Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Gubernur Jatim sayangkan pembekuan empat kampus

Gubernur Jatim sayangkan pembekuan empat kampus
Surabaya-KoPi| Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Natsir akhirnya mengambil tindakan tegas terhadap empat universitas di Jawa Timur yang bermasalah hukum. Seluruh aktivitas di keempat universitas tersebut dibekukan lantaran menyalahi prosedur penyelenggaraan Perguruan Tinggi.
 

Keempat universitas tersebut adalah Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Ronggolawe Tuban, IKIP PGRI Jember, dan IKIP Budi Utomo Malang. Keempat universitas tersebut dicurigai telah melakukan penjualan ijazah palsu dan sedang dalam proses penyelidikan. Rektor di Universitas Nusantara PGRI Kediri dan Universitas Ronggolawe Tuban telah diberhentikan karena kasus tersebut.

Ditemui di ruang kerjanya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyayangkan tindakan Kemenristek Dikti yang membekukan keempat universitas tersebut. Menurutnya, hal itu lebih banyak merugikan mahasiswa. Idealnya Kemenristek Dikti memberikan waktu bagi kampus yang bermasalah hukum untuk melengkapi semua kekurangan. Penutupan kampus yang secara tiba-tiba justru dapat menimbulkan dampak negatif, baik pada mahasiswa maupun masyarakat sekitar.

"Perlu dipikirkan untuk memberi bantuan. Karena ini adalah masalah pendidikan, jadi perlu ada pembinaan. Kalau langsung ditutup kasihan, karena di sana ada mahasiswa, ada dosen, dan ada pegawai," tutur Soekarwo.

back to top