Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Gubernur Jatim sayangkan pembekuan empat kampus

Gubernur Jatim sayangkan pembekuan empat kampus
Surabaya-KoPi| Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Natsir akhirnya mengambil tindakan tegas terhadap empat universitas di Jawa Timur yang bermasalah hukum. Seluruh aktivitas di keempat universitas tersebut dibekukan lantaran menyalahi prosedur penyelenggaraan Perguruan Tinggi.
 

Keempat universitas tersebut adalah Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Ronggolawe Tuban, IKIP PGRI Jember, dan IKIP Budi Utomo Malang. Keempat universitas tersebut dicurigai telah melakukan penjualan ijazah palsu dan sedang dalam proses penyelidikan. Rektor di Universitas Nusantara PGRI Kediri dan Universitas Ronggolawe Tuban telah diberhentikan karena kasus tersebut.

Ditemui di ruang kerjanya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyayangkan tindakan Kemenristek Dikti yang membekukan keempat universitas tersebut. Menurutnya, hal itu lebih banyak merugikan mahasiswa. Idealnya Kemenristek Dikti memberikan waktu bagi kampus yang bermasalah hukum untuk melengkapi semua kekurangan. Penutupan kampus yang secara tiba-tiba justru dapat menimbulkan dampak negatif, baik pada mahasiswa maupun masyarakat sekitar.

"Perlu dipikirkan untuk memberi bantuan. Karena ini adalah masalah pendidikan, jadi perlu ada pembinaan. Kalau langsung ditutup kasihan, karena di sana ada mahasiswa, ada dosen, dan ada pegawai," tutur Soekarwo.

back to top