Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Gubenur Akmil buka seminar nasional di Unnes

Gubenur Akmil buka seminar nasional di Unnes

Semarang-KoPi|Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Hartomo secara resmi membuka acara Seminar Nasional yang diselenggarakan di Gedung Auditorium Rektorat Unnes Semarang. Seminar Nasional tentang Optimalisasi Bela Negara Melalui Konservasi Dalam Menghadapi Persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Sekitar 600 mahasiswa mahasiswi yang terdiri dari 227 Taruna Taruni Akmil dan 373 mahasiswa mahasiswi perwakilan dari Perguruan Tinggi yang berada di wilayah Semarang. Seminar ini merupakan salah satu wujud kerja sama antara Akmil dengan Unnes sebagai implementasi dari Tri Darma Perguruan Tinggi.

Dalam sambutannya Mayjen TNI Hartomo mengatakan, bahwa Optimalisasi Bela Negara bukan semata-mata menjadi tugas TNI, akan tetapi merupakan kewajiban seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), apapun profesinya sebagai bentuk kehormatan Warga Negara Indonesia, guna mewujudkan pengabdian dan sikap rela berkorban terhadap bangsa dan negara.

Oleh karenanya, tema seminar yang dilaksanakan ini juga memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara Pasal 9 Ayat (1), yang berbunyi, ”Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya Bela Negara yang diwujudkan dalam Penyelenggaraan Pertahanan Negara”.

“Bela Negara merupakan kewajiban setiap Warga Negara Indonesia, sejalan dengan potensi ancaman dan tantangan yang semakin berat dan sulit diprediksi dalam menghadapi persaingan MEA,” jelas Gubernur Akmil.
Potensi dan daya tahan dalam menghadapi persaingan MEA akan terbentuk apabila pemuda-pemudi Indonesia memiliki pendidikan yang berkualitas, jiwa nasionalisme yang tinggi, serta memiliki karakter yang kuat untuk menghadapi persaingan MEA. Hal tersebut akan dapat diwujudkan salah satunya adalah melalui optimalisasi Bela Negara.

Atas dasar tersebut, maka Akademi Militer dan Universitas Negeri Semarang, sebagai lembaga pendidikan tinggi yang sama-sama mempunyai kepentingan terhadap dunia pendidikan, memprakarsai acara Seminar Nasional tentang Optimalisasi Bela Negara Melalui Konservasi Dalam Menghadapi Persaingan MEA.

Diakhir sambutannya Gubernur Akmil berharap dengan melalui acara seminar nasional ini diperoleh suatu pokok-pokok pemikiran yang dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam merumuskan konsep strategis dan komprehensif bangsa Indonesia dalam Menghadapi persaingan MEA.

Hadir dalam acara tersebut Rektor Unnes Prof. Fathur Rochman, Wakil Rektor Unnes, Para Pejabat Distribusi Akmil, Para Dosen Unnes serta Para Dosen Akmil.

back to top