Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Ganjar Pranowo: Pemberantasan korupsi harus melibatkan tiga pilar

Ganjar Pranowo: Pemberantasan korupsi harus melibatkan tiga pilar

Jogja-KoPi| Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FH UAJY) ikut bertanggung jawab dalam pemberantasan korupsi melalui seminar regional dengan tajuk, “Urgensi Pemberantasan Korupsi dalam Mewujudkan Indonesia Sejahtera dan Berkeadilan”.

Seminar diselenggarakan di Kampus III, Gedung Bonaventura, Jl. Babarsari 44, pada Selasa, 23 Agustus 2016. Adapun para pembicara yang hadir dalam acara ini adalah; H. Ganjar Pranowo, SH. MIP. (Gubernur Jawa Tengah); Dr. Zainal Arifin Mochtar, SH. LL.M.(Direktur PUKAT UGM); Dr. W. Riawan Tjandra, SH. (Dosen FH UAJY) serta Staf Biro Hukum KPK.

Riawan Tjandra mengatakan bahwa publik memberikan kepercayaan penuh kepada lembaga-lembaga tertentu untuk memberantas korupsi, tapi justru dilukai perasaannya oleh lembaga-lembaga tersebut yang justru menjadi sumber korupsi.

"Paradoks pemberantasan korupsi ini juga telah menafikan berbagai upaya pemerintah yang secara bersamaan dengan pemberantasan korupsi melakukan pembenahan sistem administrasi negara melalui reformasi birokrasi, reformasi sistem politik, reformasi hukum, dan reformasi keuangan negara." katanya dalam sesi seminar.

Adapun Ganjar Pranowo mengingatkan bahwa konsep akuntabilitas governance merupakan pertanggungjawaban kolektif tiga pilar yaitu masyarakat, pemerintah dan sektor usaha.

Sehingga pertanggungjawaban yang dilakukan oleh pemerintah yang selama ini bersifat eksklusif dan vertikal perlu diperluas dan dilengkapi dengan model pertanggungjawaban horizontal yaitu dari pemerintah kepada kedua unsur governance yang lain secara sinergis.

Pemberantasan korupsi juga memerlukan peran aktif masyarakat sipil yang perlu secara positif dirumuskan dalam format yang terstruktur dan melembaga bersama dengan pemerintah.

“Governance dapat mengambil bentuk social audit secara transparan dan rutin terhadap pemerintah serta program-program pembangunan sebagai bentuk upaya kontrol dan pemberantasan korupsi.” tegasnya.

back to top