Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

FKDT Sleman, Memperjuangkan Raperda Madrasah Diniyah

FKDT Sleman, Memperjuangkan Raperda Madrasah Diniyah

Winda Efanur FS dan Haerul Mustakim


Sleman-KoPi, FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah) Sleman tengah memperjuangkan Raperda (rancangan peraturan daerah) tentang Madrasah Diniyah Takmiliyah(MDT). Perjuangan yang berlangsung empat tahun lamanya sejak tahun 2011 hingga 2014 kini.

Melalui Komisi D DPRD Kabupaten Sleman, Sofyan Darmawan merespon langkah FKDT. Proposal Madrasah diniyah sudah masuk program legislatif Kabupaten Sleman. Namun pembahasan belum berlangsung karena terpotong waktu pemilihan presiden dan pelantikan anggota baru DPRD Sleman.

Menurut ketua FKDT Sleman, Mardiansyah molornya waktu perjuangan FKDT tersebut salah satunya karena mengendap di meja anggota DPRD Kabupaten Sleman. Proses bargaining terjadi dalam anggota dewan yang berbentur dengan kepentingan antar masing-masing fraksi.

“Adanya Raperda tentang madrasah diniyah sangat penting. Raperda ini bentuk legalitas dari Madrasah diniyah. Selama ini keberadaan Madrasah Diniyah dimarginalkan, dianaktirikan oleh yang lainnya. Jika berhasil kami akan mempermudah pembinaan dan fasilitas pembelajaran,” kata Mardiansyah.

Alasan lain Mardiansyah mengajukan Raperda madrasah Diniyah karena terinspirasi oleh Kabupaten Sumedang yang sudah eksis menerapkan Perda Madrasah Diniyah. Tujuan utama Raperda ini untuk mencetak karakter masyarakat Sleman yang berakhlah mulia dan mensinergikan FKDT se-Kabupaten Sleman.

back to top