Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

FGD Revisi RUU No 16 1992 tentang Karantina Hewan di UGM

FGD Revisi RUU No 16 1992 tentang Karantina Hewan di UGM

Jogjakarta-KoPi| Fakultas Kehutanan UGM mengadakan FGD revisi Rancangan Undang-Undang No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Dalam aplikasinya UU Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan saat ini memiliki banyak kekurangan. Kelemahan terletak pada konten produk perundangan yang tidak sesuai dengan tantangan globalisasi.

Untuk mencapai diskusi yang insentif turut hadir dalam jaring FGD pendapat RUU Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan ini, Tim dari Komisi IV DPR RI, Drs. H. Multazam dan Titik Soeharto.

Dekan Fakultas Kehutanan, Dr. Satyawan Pudyatmoko mengharapkan jaring pendapat revisi RUU Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan akan menjawab persoalan seputar RUU Karantina.

"Revisi UU No 16 Tahun 1992 ini bila disahkan nanti menjadi UU yang memperkuat fungsi Badan Karantina Nasional yang berada di bawah pengawasan Presiden secara lansung," tutur Dr. Satyawan saat sambutan FGD RUU Karantina, Ikan dan Hewan di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM pukul 11.00 Wib.

Pasalnya selama ini kinerja Badan Karatina terbagi dalam dua lembaga yakni Pemeriksaaan Karantina Pertanian dan Karantina Ikan.

Sehingga untuk optimalisasi karantina sangat perlu adanya Badan Karantina Nasional.

Seperti yang disampaikan oleh Prof. Drh. Widya Asmara dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM, " Hal ini masuk kewenangan karantina hewan, ini masuk karantina tumbuhan jadi adanya saling lempar, maka sangat perlu Badan Karantina Nasional yang terintegrasikan."|Winda Efanur FS|

 

back to top