Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Festival Integritas Kampus 2016: KPK Libatkan Kampus Dorong Perubahan Sosial

Festival Integritas Kampus 2016: KPK Libatkan Kampus Dorong Perubahan Sosial

Sleman-KoPi|Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertandang ke Univeritas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Rabu, 23 November 2016. KPK menghadiri Awarding Festival Integritas Kampus (FIK) 2016 dan Talkshow "Membangun Integritas Kampus".

Awarding dan Talkshow ini merupakan acara puncak dari FIK 2016, yang dibuat oleh KPK dalam rangka menciptakan Perubahan sosial, khususnya di lingkungan kampus yang diadakan di Auditorium Kampus IV UAJY. FIK 2016 merupakan kompetisi kampanye yang dilakukan di tiga kota, yakni Semarang, Yogyakarta, dan Malang dengan menggandeng tiga perguruan tinggi di kota tersebut.

Salah satunya Prodi Ilmu Komunikasi UAJY. FIK 2016 ini mengusung tema "Buat Jejak Masa Depanmu", harapannya dengan adanya kompetisi kampanye mahasiswa dapat merespon persoalan sosial terutama mengenai isu membangun integritas.
Pada acara ini pula hadir Saut Sitomurang selaku Wakil Ketua KPK, Dr. Gregorius Sri Nurhantanto, S.H., LL.M. selaku Rektor UAJY, dan Dr. Lukas Ispandriarno selaku Juri FIK 2016 yang sekaligus Dosen FISIP UAJY.

"Integritas merupakan sesuatu yang tidak dapat berubah oleh waktu" ungkap Saut Sitomurang dalam acara talkshow ini. Persoalan yang Urgent untuk dikembangkan di Indonesia sekarang ini ialah daya saing integritas agar bisa menjadi ciri khas dan dapat menjadi pembeda dengan negara lain.

“Integritas menjadi landasan yang penting bagi setiap negara untuk memajukan kehidupan sosialnya. Selain itu, dengan adanya event seperti ini mahasiswa semakin terlatih jiwa integritasnya sebelum memasuki dunia kerja,” tambah Saut.

"Mahasiswa UAJY sudah dilatih jiwa integritasnya mulai dari masuk kampus hingga nanti keluar kampus. Hal ini sejalan dengan visi dan misi UAJY yang humanis, inklusif, unggul dan berintegritas" ungkap Sri Nurhantanto. Sehingga isu-isu membangun integritas sebenarnya telah ditanamkan di UAJY.

Pemberantasan korupsi akan berhasil jika masyarakat terlibat dan berperan aktif dalam gerakan antikorupsi untuk menciptakan perubahan sosial. Dimulai dari hal yang kecil seperti membangun jiwa integritas diri, dan sebagai mahasiswa sudah seharusnya untuk mengembangkan jiwa integritasnya melalui kehidupan kampus. Kegiatan FIK 2016 ini juga mengundang praktisi kampanye sosial dan pendiri Yayasan Save Shark Indonesia Riyani Djangkaru, praktisi media dan Chief Creative Officer Berakar Komunikasi Yoga Adhitrisna.

Tim-tim peserta kampanye yang berhasil memperoleh kemenangan adalah, juara I diraih oleh tim Ikut Yok dari Universitas Terbuka dan memperoleh hadiah sebesar Rp 15.000.000,00, juara II diraih oleh tim Lakban Tikus dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta memperoleh hadiah senilai Rp 10.000.000,00 serta juara III diraih oleh tim Worthy asal Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan memperoleh hadiah sebesar Rp 7.500.000,00.

Ketiga pemenang ini telah mengalahkan puluhan proposal yang masuk, dan berhasil menjawab tantangan implementasi, monitoring, serta evaluasi dari program yang mereka ajukan. Menurut juri ketiga pemenang ini memiliki karakter dan ide yang berbeda-beda dan fresh, harapannya ketiga tim ini mampu menyumbangkan perubahan sosial dengan ide-ide mereka untuk mengkampanyekan integritas.|Bertha

back to top