Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Edi: Kami menarget siswa yang ikut UN lulus 100 %.

Edi: Kami menarget siswa yang ikut UN lulus 100 %.

Yogyakarta-KoPi, Dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Dikpora) Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) menargetkan siswa yang mengikuti Ujian nasional (UN) tahun ini lulus 100 %.

“Kami memang menarget, pertama siswa yang ikut Ujian Nasional itu lulus 100 %. Target yang kedua kami ingin mempertahankan rerata nilai (di tahun sebelumnya, red), ungkap Edi,Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta di Kantor Humas Pemkot Yogyakarta (11/14).


Adapun UN tahun ini akan diikuti sebanyak 27.153 siswa, yang terdiri dari peserta Sekolah Dasar (SD) sebanyak 7.684 siswa, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 7. 585 siswa, siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 6. 325  siswa, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sejumlah 5.262 siswa.


Untuk merealisasikan target tersebut, Dikpora telah melakukan berbagai persiapan, diantaranya meningkatkan prestasi materi UN, dan persiapan administrasi UN. Program peningkatan prestasi UN yang dilakukan diantaranya melalui program sister school untuk memperbaiki manajemen sekolah.


“Untuk mencapai target itu kita sudah melaksanakan di awal  ajaran tahun ini, yakni program sister school. Yakni mendampingkan dua sekolah yang nilai UN tahun lalu tinggi dengan sekolah yang nilainya tidak terlalu tinggi”, pungkas Edi.


Selain itu, guna mengantisipasi supaya kasus-kasus terdahulu tidak terulang, dimana terdapat siswa yang tidak bisa mengikuti UN karena masalah administrasi, maka Dikpora juga mengupayakan perbaikan administrasi UN. Diharapkan dengan adanya perbaikan ini tidak ditemui lagi siswa yang tak bisa mengikuti UN.


Hal ini diamini oleh Rachmad, salah satu paniti UN DIY. Ia mengungkapkan bahwa tidak boleh ada lagi siswa yang tidak bisa mengikuti UN karena masalah administrasi. “Tidak boleh ada anak yang tidak bisa mengikuti UN karena masalah administrasi”, tuturnya menyakinkan.

 


Reporter: Usman Hadi

back to top