Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Edi: Kami menarget siswa yang ikut UN lulus 100 %.

Edi: Kami menarget siswa yang ikut UN lulus 100 %.

Yogyakarta-KoPi, Dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Dikpora) Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) menargetkan siswa yang mengikuti Ujian nasional (UN) tahun ini lulus 100 %.

“Kami memang menarget, pertama siswa yang ikut Ujian Nasional itu lulus 100 %. Target yang kedua kami ingin mempertahankan rerata nilai (di tahun sebelumnya, red), ungkap Edi,Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta di Kantor Humas Pemkot Yogyakarta (11/14).


Adapun UN tahun ini akan diikuti sebanyak 27.153 siswa, yang terdiri dari peserta Sekolah Dasar (SD) sebanyak 7.684 siswa, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 7. 585 siswa, siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 6. 325  siswa, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sejumlah 5.262 siswa.


Untuk merealisasikan target tersebut, Dikpora telah melakukan berbagai persiapan, diantaranya meningkatkan prestasi materi UN, dan persiapan administrasi UN. Program peningkatan prestasi UN yang dilakukan diantaranya melalui program sister school untuk memperbaiki manajemen sekolah.


“Untuk mencapai target itu kita sudah melaksanakan di awal  ajaran tahun ini, yakni program sister school. Yakni mendampingkan dua sekolah yang nilai UN tahun lalu tinggi dengan sekolah yang nilainya tidak terlalu tinggi”, pungkas Edi.


Selain itu, guna mengantisipasi supaya kasus-kasus terdahulu tidak terulang, dimana terdapat siswa yang tidak bisa mengikuti UN karena masalah administrasi, maka Dikpora juga mengupayakan perbaikan administrasi UN. Diharapkan dengan adanya perbaikan ini tidak ditemui lagi siswa yang tak bisa mengikuti UN.


Hal ini diamini oleh Rachmad, salah satu paniti UN DIY. Ia mengungkapkan bahwa tidak boleh ada lagi siswa yang tidak bisa mengikuti UN karena masalah administrasi. “Tidak boleh ada anak yang tidak bisa mengikuti UN karena masalah administrasi”, tuturnya menyakinkan.

 


Reporter: Usman Hadi

back to top