Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Diskusi “New Media and Politics” Bersama Dr. Maurice Vergeer

Diskusi “New Media and Politics” Bersama Dr. Maurice Vergeer

Sleman-KoPi| Bertempat di ruang Rapat FISIP, Senin (24/10), Forum Studi Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta menggelar diskusi bertajuk “New Media and Politics” bersama Dr. Maurice Vergeer, pengajar di Master & Research Master Courses Radboud University Nijmegen, Belanda. Hadir dalam diskusi ini dosen dan mahasisiwa Prodi Ilmu Komunikasi UAJY serta Kelompok Studi Jurnalisme Penyiaran ABN (Atmajaya Broadcasting Network).

Diskusi ini diawali dengan presentasi Dr. Maurice Vergeer mengenai era media yang telah bertransformasi ke era new media atau social media. Dalam presentasinya, doktor yang pernah menulis jurnal ilmu politik berjudul, “Online social networks and micro-blogging in political campaigning: The exploration of a new campaign tool and a new campaign style” (SAGE Publications, 2013) ini menyampaikan bahwa social media memiliki pengaruh yang sangat masif dalam berbagai hal, termasuk dalam kaitannya dengan politik.

Setelah televisi, media sosial dapat dikatakan lebih efektif dibandingkan media lain yang sering digunakan seperti spanduk atau baliho. Masyarakat di era ini memang cenderung lebih percaya pada isi dari media sosial dibandingkan spanduk-spanduk yang berderet di pinggir jalan raya. Media sosial dapat dikatakan memiliki kekuatan yang sifatnya dapat mempengaruhi.

Tidak jarang juga melalui media sosial ini para politisi dapat dengan mudahnya menarik simpati masyarakat. Cara yang paling sering mereka lakukan dalam menarik simpati masyarakat misalnya dengan menunjukan aksi sosialnya yang sengaja diunggah ke media sosial. Aksi-aksi sosial ini jelas sering mendapatkan respon positif dari masyarakat.

Dalam diskusi ini, Dr. Vergeer memaparkan penelitian mengenai penggunaan social media dalam pemilihan umum di lima negara (Kanada, Inggris, Belanda, Jepang dan Korea Selatan). Setelah itu diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Selanjutnya dalam kesempatan ini dosen Prodi Ilmu Komunikasi UAJY juga turut mempresentasikan rancangan penelitian terkait topik new media untuk didiskusikan bersama dalam forum ini. |Ayu

back to top