Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Diskusi Media Komunitas Melawan Hoax

Diskusi Media Komunitas Melawan Hoax

Sleman-KoPi| Combine Research institution (CRI) mengadakan diskusi publik bertajuk "Media Komunitas Melawan Hoax" di ruang Bulaksumur, Gedung University Club UGM, Sabtu (4/1). Hadir sebagai narasumber Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar, Suwarjono, Ketua Aliansi Jurnalistik independen Indonesia (AJI), Ahmad Rofahan, Media Komunitas Jingga Merah, dan Imung Yuniardi Ketua CRI.

Diskusi ini menanggapi maraknya peredaran hoax di media online dan media sosial, sehingga masalah hoax menjadi masalah yang dirasa perlu untuk dilawan dengan serius.

Sebelumnya upaya melawan hoax ini telah dilakukan dengan mendeklarasikan Masyarakat Antihoax di beberapa wilayah. Pemerintah pun mengeluarkan kebijakan menutup media-media online yang dianggap penyebar hoax. Sementara Dewan Pers berupaya melawan hoax dengan memberikan label ke media yang dianggap abal-abal.

Menurut Imung, media komunitas sering dianggap hanya sebagai media alternatif dan dipandang sebelah mata. Namun, untuk konten atau kualitas tidak jauh berbeda dengan media pers yang formal. Selain itu, menurtnya media komunitas bisa menjadi partner Dewan Pers untuk melawan hoax dan berita abal -abal yang ada di masyarakat.

"Yang membedakan media komunitas adalah fokus yang di wilayah itu atau dikomunitas itu dan tidak merambah ke lain-lain. Media komunitas juga bisa menjadi partnernya dewan pers untuk melawan media abal-abal," ujar Imung Yuniardi.

Sementara itu, Ahmad Djauhar Wakil Ketua Dewan Pers mengatakan untuk kasus hoax ini mayoritas berasal dari media sosial. Namun penyebarannya menjadi merambah ke media-media lain.

"Sumber Hoax pertama merambah di media online lalu merambah ke media cetak lalu ke media sosial yang nantinya mengarah ke TV," jelas Ahmad Jauhar.

Ketua Aji , Suwarjono juga memperjelas bahwasanya salah satu pendorong hoax adalah masyarakat yang mudah menggunakan media sosial dan tidak menggunakan manfaatnya.

"Masyarakat bisa menggunakan medsos yang sudah diinjeksi di smartphone yang mereka sebelumnya tidak pernah memanfaatkannya," ujarnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top