Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Diskusi Media Komunitas Melawan Hoax

Diskusi Media Komunitas Melawan Hoax

Sleman-KoPi| Combine Research institution (CRI) mengadakan diskusi publik bertajuk "Media Komunitas Melawan Hoax" di ruang Bulaksumur, Gedung University Club UGM, Sabtu (4/1). Hadir sebagai narasumber Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar, Suwarjono, Ketua Aliansi Jurnalistik independen Indonesia (AJI), Ahmad Rofahan, Media Komunitas Jingga Merah, dan Imung Yuniardi Ketua CRI.

Diskusi ini menanggapi maraknya peredaran hoax di media online dan media sosial, sehingga masalah hoax menjadi masalah yang dirasa perlu untuk dilawan dengan serius.

Sebelumnya upaya melawan hoax ini telah dilakukan dengan mendeklarasikan Masyarakat Antihoax di beberapa wilayah. Pemerintah pun mengeluarkan kebijakan menutup media-media online yang dianggap penyebar hoax. Sementara Dewan Pers berupaya melawan hoax dengan memberikan label ke media yang dianggap abal-abal.

Menurut Imung, media komunitas sering dianggap hanya sebagai media alternatif dan dipandang sebelah mata. Namun, untuk konten atau kualitas tidak jauh berbeda dengan media pers yang formal. Selain itu, menurtnya media komunitas bisa menjadi partner Dewan Pers untuk melawan hoax dan berita abal -abal yang ada di masyarakat.

"Yang membedakan media komunitas adalah fokus yang di wilayah itu atau dikomunitas itu dan tidak merambah ke lain-lain. Media komunitas juga bisa menjadi partnernya dewan pers untuk melawan media abal-abal," ujar Imung Yuniardi.

Sementara itu, Ahmad Djauhar Wakil Ketua Dewan Pers mengatakan untuk kasus hoax ini mayoritas berasal dari media sosial. Namun penyebarannya menjadi merambah ke media-media lain.

"Sumber Hoax pertama merambah di media online lalu merambah ke media cetak lalu ke media sosial yang nantinya mengarah ke TV," jelas Ahmad Jauhar.

Ketua Aji , Suwarjono juga memperjelas bahwasanya salah satu pendorong hoax adalah masyarakat yang mudah menggunakan media sosial dan tidak menggunakan manfaatnya.

"Masyarakat bisa menggunakan medsos yang sudah diinjeksi di smartphone yang mereka sebelumnya tidak pernah memanfaatkannya," ujarnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top