Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Dekan: Summer Course Tingkatkan Jejaring Mahasiswa ASEAN

Dekan: Summer Course Tingkatkan Jejaring Mahasiswa ASEAN

YOGYAKARTA, 19 SEPTEMBER 2017 – Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Ir. Ali Agus, D.A.A., D.E.A., menyatakan bahwa kegiatan Summer Course di Fapet UGM akan meningkatkan jejaring mahasiswa pertanian di kawasan ASEAN.

Hal itu disampaikannya saat membuka acara The 2nd Summer Course Program 2017, yang berlangsung di Fapet UGM, Yogyakarta, Selasa (19/09/2017). Kegiatan Summer Course tersebut berlangsung pada 18 - 27 September 2017.

“Program ini bertujuan untuk memperkuat jejaring mahasiswa-mahasiswa pertanian di kawasan ASEAN,” ujar Prof Ali.

Lebih jauh, kata Prof Ali, kegiatan Summer Course itu juga ditujukan sebagai ajang untuk saling berbagi. Pasalnya, era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini sangat diperlukan pemimpin yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Peserta summer course ini diharapkan mampu menginspirasi untuk menjadi pemimpin di masa mendatang,” lanjut Prof Ali.

Pemimpin Indonesia

Prof Ali mencontohkan, figur Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pada 20 tahun lalu tidak dikenal masyarakat. Namun kini, figur tersebut menjadi pemimpin bangsa Indonesia, yang sebelumnya juga merupakan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dekan menambahkan, memperkaya pengetahuan dan jejaring adalah hal yang penting. Ilmu pengetahuan akan menginspirasi seseorang untuk menjadi lebih baik di masa mendatang.

“Bukanlah hal yang sulit untuk memperkaya ilmu pengetahuan dan pertemanan. Sekarang, inilah saatnya untuk saling belajar mempertajam kepemimpinan,” tutur Prof Ali.

Berbagai Aktivitas

Kegiatan Summer Course kali ini, jelas Prof Ali, juga memberikan materi kepemimpinan, dan berbagai aktivitas baik di dalam maupun di luar kelas. Misalnya,field trip ke tempat-tempat wisata di Yogyakarta, kunjungan ke peternak-peternak kecil, praktik laboratorium, dan kampanye susu.

Program ini, tambah Prof Ali, ditujukan terutama untuk mahasiswa yang tertarik terhadap peternakan, pertanian, dan penerjunan langsung ke peternak.

“Dengan diselenggarakannya program ini di Yogyakarta sebagai kota yang nyaman dan ramah, diharapkan peserta akan memperoleh pengalaman yang berkesan selama musim panas,” tandas Prof Ali.

Peserta Program

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Budi Guntoro, M.Sc., Ph.D. mengatakan, program ini merupakan tindak lanjut dari pertemuanSouth East Asia Network in Animal Science(SEANAS), dimana Dekan Fakultas Peternakan UGM sebagai Sekretaris SEANAS.

“Ada 27 mahasiswa dari 18 universitas di ASEAN termasuk UGM, ditambah dengan mahasiswa dari Belgia, Cina, dan Korea. Pengajar-pengajar program ini adalah dosen-dosen dari Kamboja, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Indonesia, khususnya dari UGM dan Universitas Jenderal Soedirman,” terang Prof Budi.

back to top