Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Chairul Tanjung siap bangun fakultas wirausaha

Chairul Tanjung siap bangun fakultas wirausaha
Surabaya – KoPi | Chairul Tanjung berkeinginan mendirikan fakultas kewirausahaan yang mampu membentuk wirausahawan sesukses dirinya. Hal tersebut diungkapkan CT, panggilan Chairul, dalam jumpa pers pengukuhan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kewirausahaan oleh Universitas Airlangga atas dirinya (17/4). Setelah dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kewirausahaan oleh Universitas Airlangga, ia berencana segera merealisasikan rencana tersebut.
 

CT mengatakan, banyak pengusaha sukses di Indonesia. Mereka menjalankan bisnisnya selama puluhan tahun, sehingga mereka adalah orang yang paling tahu bagaimana ilmu entrepreneur. Namun selama ini mereka hanya mau membagi ilmunya kepada anak atau keluarganya. CT merasa terpanggil untuk membagikan ilmu entrepreneurship kepada masyarakat luas. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan jumlah wirausahawan di Indonesia.

Caranya adalah melalui pendidikan entrepreneurship di perguruan tinggi. Setelah ditunjuk sebagai Guru Besar, saat ini CT sedang berfokus untuk mengembangkan kurikulum fakultas entrepreneurship di Universitas Airlangga. Menurutnya, yang ia inginkan bukanlah sekolah bisnis, melainkan sekolah para pengusaha. 

“Nanti bukan untuk mengajarkan ilmu bisnis. Para lulusannya harus bisa punya bisnis yang sukses. Artinya nanti akan lebih banyak terapan daripada teorinya. Bahkan sejak masih jadi mahasiswa sudah ada praktek bisnis dan itu akan jadi dasar kelulusan,” terangnya. 

CT menyatakan saat ini Indonesia telah berhasil mendorong demam entrepreneurship. Dorongan tersebut dapat meningkatkan kemakmuran suatu bangsa. Namun ia mengingatkan bahwa sifat bisnis yang pragmatis, mencari untung sebesar-besarnya, harus diimbangi dengan idealisme serta tata norma.

“Negara yang paling maju entrepreneurshipnya kan Amerika. Tapi kita tidak bisa copy paste begitu saja cara mereka, karena mereka didasarkan liberalisme dan kapitalisme. Itu tidak cocok dengan Indonesia. Kita ambil dari segi pragmatismnya saja, tapi idealisme dan tata normanya dari Indonesia,” ungkap CT.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh yang juga hadir dalam jumpa pers tersebut mengatakan bahwa penunjukan CT sebagai guru besar sudah sesuai dengan UU No 12 Tahun 2012.

“Berdasarkan UU tersebut sumber ilmu tidak semata-mata didapat dari perguruan tinggi saja, tapi bisa dari mana pun. Lagipula pengalaman justru mampu mengajarkan lebih banyak daripada teori,” jelas Nuh.

 

back to top