Menu
Montara Task Force harus ambil alih penecemaran Laut Timor

Montara Task Force harus ambil alih…

Kupang-KoPi| "Montara T...

Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Prev Next

Chairul Tanjung “belajar” jadi dosen

Chairul Tanjung “belajar” jadi dosen
Surabaya – KoPi | Lama tak terdengar kabarnya setelah selesai menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung tampaknya memiliki kesibukan baru. CT, panggilan akrabnya, kini sedang sibuk belajar untuk menjadi seorang dosen. Ia rencananya akan menjadi pengajar mata kuliah Entrepreneurship untuk Fakultas Entrepreneurship di UNAIR.
 

“Ya, pada tahun 2014 kan saya ditetapkan sebagai Guru Besar Tidak Tetap oleh Universitas Airlangga, tapi belum dikukuhkan. Tugas saya ya berarti mengajar di UNAIR,” ungkapnya ketika dijumpai di UNAIR (11/2).

CT mengungkapkan gelar yang ia dapat adalah Guru Besar Tidak Tetap di Bidang Entrepreneurship. Untuk saat ini ia masih menyusun silabus perkuliahan mengenai entrepreneurship atau kewirausahaan.

“Sekarang ini saya sedang susun silabusnya. Selama ini di Indonesia belum ada satu universitas pun yang memiliki Fakultas Entrepreneurship. Yang ada kan MBA, tapi itu berbeda sekali dengan kewirausahaan,” ujar Bos Trans Corp ini.

Ia menjelaskan, MBA lebih berfokus mendidik orang untuk menjadi CEO. Sedangkan entrepreneurship mendidik seseorang untuk jadi wirausahawan atau pengusaha. “Mendidik entrepreneur itu kan tidak mudah, bukan hanya soal keilmuan, tetapi bagaimana membuat semangat entrepreneurship, mengelola kegagalan. Namanya orang bikin usaha kan pasti banyak gagalnya,” terang CT. 

“Tugas saya nanti mengembangkan fakultas-fakultas kewirausahaan atau entrepreneurship di universitas-universitas seluruh indonesia,” tambahnya. 

Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi UNAIR ini juga mengungkapkan, Indonesia butuh banyak sekali pengusaha-pengusaha. Semakin banyak wirausahawan maka akan semakin banyak lapangan pekerjaan. “Dan kalau banyak tenaga kerja yang bisa terserap dari situ pengangguran akan semakin berkurang. Nantinya kemiskinan akan terhapus dari negeri ini,” harapnya.

 

back to top