Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Chairul Tanjung “belajar” jadi dosen

Chairul Tanjung “belajar” jadi dosen
Surabaya – KoPi | Lama tak terdengar kabarnya setelah selesai menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung tampaknya memiliki kesibukan baru. CT, panggilan akrabnya, kini sedang sibuk belajar untuk menjadi seorang dosen. Ia rencananya akan menjadi pengajar mata kuliah Entrepreneurship untuk Fakultas Entrepreneurship di UNAIR.
 

“Ya, pada tahun 2014 kan saya ditetapkan sebagai Guru Besar Tidak Tetap oleh Universitas Airlangga, tapi belum dikukuhkan. Tugas saya ya berarti mengajar di UNAIR,” ungkapnya ketika dijumpai di UNAIR (11/2).

CT mengungkapkan gelar yang ia dapat adalah Guru Besar Tidak Tetap di Bidang Entrepreneurship. Untuk saat ini ia masih menyusun silabus perkuliahan mengenai entrepreneurship atau kewirausahaan.

“Sekarang ini saya sedang susun silabusnya. Selama ini di Indonesia belum ada satu universitas pun yang memiliki Fakultas Entrepreneurship. Yang ada kan MBA, tapi itu berbeda sekali dengan kewirausahaan,” ujar Bos Trans Corp ini.

Ia menjelaskan, MBA lebih berfokus mendidik orang untuk menjadi CEO. Sedangkan entrepreneurship mendidik seseorang untuk jadi wirausahawan atau pengusaha. “Mendidik entrepreneur itu kan tidak mudah, bukan hanya soal keilmuan, tetapi bagaimana membuat semangat entrepreneurship, mengelola kegagalan. Namanya orang bikin usaha kan pasti banyak gagalnya,” terang CT. 

“Tugas saya nanti mengembangkan fakultas-fakultas kewirausahaan atau entrepreneurship di universitas-universitas seluruh indonesia,” tambahnya. 

Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi UNAIR ini juga mengungkapkan, Indonesia butuh banyak sekali pengusaha-pengusaha. Semakin banyak wirausahawan maka akan semakin banyak lapangan pekerjaan. “Dan kalau banyak tenaga kerja yang bisa terserap dari situ pengangguran akan semakin berkurang. Nantinya kemiskinan akan terhapus dari negeri ini,” harapnya.

 

back to top