Menu
BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

Prev Next

CBT, gebrakan baru di SBMPTN 2016

CBT, gebrakan baru di SBMPTN 2016
Surabaya–KoPi| Selain pengumuman tentang calon mahasiswa Bidikmisi yang bisa masuk melalui Jalur Mandiri, peluncuran SNMPTN 2016 juga membuat gebrakan baru. Untuk pertama kalinya pada SBMPTN 2016 ini akan menggunakan sistem computer based test (CBT).
 

"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, panitia SNMPTN dan SBMPTN 2016 memberi kesempatan calon mahasiswa untuk masuk ke perguruan tinggi dengan model CBT," ujar Rektor Universitas Airlangga Prof. M. Nasih.

Namun, untuk SBMPTN 2016 kali ini, panitia pusat hanya membuka kesempatan untuk 10.000 calon mahasiswa saja. Hal itu karena masih terbatasnya fasilitas yang ada. "Kan tidak semua daerah bisa memfasilitasi pengadaan komputer untuk CBT. Selain itu, panitia pusat juga memperhatikan batas kemampuan sistem CBT ini, apakah servernya kuat atau tidak," jelas Prof. Nasih.

Prof. Nasih mengungkapkan, semua calon mahasiswa dari seluruh Indonesia bebas mendaftar, namun daya tampungnya terbatas. Untuk SBMPTN 2016 ini, panitia pusat memberikan kuota 70 persen pada SMA dengan akreditas A, 20 persen pada SMA akreditasi B, dan 10 persen pada SMA akreditasi C.

Prof. Nasih menjelaskan, metode CBT ini merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir kecurangan. Setiap peserta mendapat soal yang berbeda-beda, sehingga memperkecil adanya joki.

Untuk tempat pelaksanaan, Prof. Nasih mengatakan panitia masih melakukan evaluasi. Saat ini panitia pusat masih mendata perguruan tinggi mana saja yang sanggup menyediakan komputer untuk pelaksanaan CBT.

"Dari bincang-bincang kemarin, teman-teman di Malang sanggup menyediakan 1000 unit komputer. Kalau Unair sendiri sanggup menyediakan 500 unit komputer," cetusnya.

back to top