Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

CBT, gebrakan baru di SBMPTN 2016

CBT, gebrakan baru di SBMPTN 2016
Surabaya–KoPi| Selain pengumuman tentang calon mahasiswa Bidikmisi yang bisa masuk melalui Jalur Mandiri, peluncuran SNMPTN 2016 juga membuat gebrakan baru. Untuk pertama kalinya pada SBMPTN 2016 ini akan menggunakan sistem computer based test (CBT).
 

"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, panitia SNMPTN dan SBMPTN 2016 memberi kesempatan calon mahasiswa untuk masuk ke perguruan tinggi dengan model CBT," ujar Rektor Universitas Airlangga Prof. M. Nasih.

Namun, untuk SBMPTN 2016 kali ini, panitia pusat hanya membuka kesempatan untuk 10.000 calon mahasiswa saja. Hal itu karena masih terbatasnya fasilitas yang ada. "Kan tidak semua daerah bisa memfasilitasi pengadaan komputer untuk CBT. Selain itu, panitia pusat juga memperhatikan batas kemampuan sistem CBT ini, apakah servernya kuat atau tidak," jelas Prof. Nasih.

Prof. Nasih mengungkapkan, semua calon mahasiswa dari seluruh Indonesia bebas mendaftar, namun daya tampungnya terbatas. Untuk SBMPTN 2016 ini, panitia pusat memberikan kuota 70 persen pada SMA dengan akreditas A, 20 persen pada SMA akreditasi B, dan 10 persen pada SMA akreditasi C.

Prof. Nasih menjelaskan, metode CBT ini merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir kecurangan. Setiap peserta mendapat soal yang berbeda-beda, sehingga memperkecil adanya joki.

Untuk tempat pelaksanaan, Prof. Nasih mengatakan panitia masih melakukan evaluasi. Saat ini panitia pusat masih mendata perguruan tinggi mana saja yang sanggup menyediakan komputer untuk pelaksanaan CBT.

"Dari bincang-bincang kemarin, teman-teman di Malang sanggup menyediakan 1000 unit komputer. Kalau Unair sendiri sanggup menyediakan 500 unit komputer," cetusnya.

back to top