Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Bocorkan soal UN seperti rebutan uang yang tidak laku

Bocorkan soal UN seperti rebutan uang yang tidak laku
Surabaya – KoPi | Meski tidak lagi menjadi patokan kelulusan, masih ada saja kasus kebocoran soal Ujian Nasional. Beberapa buklet soal UN 2015 diunggah secara ilegal di internet. Menanggapi kejadian tersebut Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh benar-benar dibuat heran. Pasalnya UN sudah tidak lagi menjadi syarat kelulusan, namun tetap ada orang yang mau membocorkan soal tersebut.
 

“Padahal UN sudah tidak dipakai sebagai syarat kelulusan tapi masih bocor. Ini artinya tambah keterlaluan kan. Buat apa diunggah, sama saja seperti rebutan uang yang tidak laku,” tukasnya ketika diwawancara wartawan di acara Pengukuhan Guru Besar Prof. Chairul Tanjung di Universitas Airlangga (18/4).

Nuh menyatakan sebenarnya yang diinginkan publik adalah bagaimana supaya tidak ada kebocoran. Bagaimanapun tingkat keamanan soal harus menjadi prioritas, meskipun pada akhirnya harus mencederai siswa yang jujur.

Ia sendiri setuju dengan sistem pelaksanaan CBT (Computer Based Test). Ia sendiri yang mengajukan rencana pelaksanaan CBT ketika masih menjabat sebagai Mendikbud.

“Kebocoran soal ini adalah bagian dari pembelajaran kita. Memang tidak gampang menjaga keamanan,” ungkapnya.

 

back to top