Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Bocorkan soal UN seperti rebutan uang yang tidak laku

Bocorkan soal UN seperti rebutan uang yang tidak laku
Surabaya – KoPi | Meski tidak lagi menjadi patokan kelulusan, masih ada saja kasus kebocoran soal Ujian Nasional. Beberapa buklet soal UN 2015 diunggah secara ilegal di internet. Menanggapi kejadian tersebut Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh benar-benar dibuat heran. Pasalnya UN sudah tidak lagi menjadi syarat kelulusan, namun tetap ada orang yang mau membocorkan soal tersebut.
 

“Padahal UN sudah tidak dipakai sebagai syarat kelulusan tapi masih bocor. Ini artinya tambah keterlaluan kan. Buat apa diunggah, sama saja seperti rebutan uang yang tidak laku,” tukasnya ketika diwawancara wartawan di acara Pengukuhan Guru Besar Prof. Chairul Tanjung di Universitas Airlangga (18/4).

Nuh menyatakan sebenarnya yang diinginkan publik adalah bagaimana supaya tidak ada kebocoran. Bagaimanapun tingkat keamanan soal harus menjadi prioritas, meskipun pada akhirnya harus mencederai siswa yang jujur.

Ia sendiri setuju dengan sistem pelaksanaan CBT (Computer Based Test). Ia sendiri yang mengajukan rencana pelaksanaan CBT ketika masih menjabat sebagai Mendikbud.

“Kebocoran soal ini adalah bagian dari pembelajaran kita. Memang tidak gampang menjaga keamanan,” ungkapnya.

 

back to top