Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Bocorkan soal UN seperti rebutan uang yang tidak laku

Bocorkan soal UN seperti rebutan uang yang tidak laku
Surabaya – KoPi | Meski tidak lagi menjadi patokan kelulusan, masih ada saja kasus kebocoran soal Ujian Nasional. Beberapa buklet soal UN 2015 diunggah secara ilegal di internet. Menanggapi kejadian tersebut Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh benar-benar dibuat heran. Pasalnya UN sudah tidak lagi menjadi syarat kelulusan, namun tetap ada orang yang mau membocorkan soal tersebut.
 

“Padahal UN sudah tidak dipakai sebagai syarat kelulusan tapi masih bocor. Ini artinya tambah keterlaluan kan. Buat apa diunggah, sama saja seperti rebutan uang yang tidak laku,” tukasnya ketika diwawancara wartawan di acara Pengukuhan Guru Besar Prof. Chairul Tanjung di Universitas Airlangga (18/4).

Nuh menyatakan sebenarnya yang diinginkan publik adalah bagaimana supaya tidak ada kebocoran. Bagaimanapun tingkat keamanan soal harus menjadi prioritas, meskipun pada akhirnya harus mencederai siswa yang jujur.

Ia sendiri setuju dengan sistem pelaksanaan CBT (Computer Based Test). Ia sendiri yang mengajukan rencana pelaksanaan CBT ketika masih menjabat sebagai Mendikbud.

“Kebocoran soal ini adalah bagian dari pembelajaran kita. Memang tidak gampang menjaga keamanan,” ungkapnya.

 

back to top