Menu
SKK Migas Wilayah Timur Berharap Adanya Dorongan di Luar Bidang Migas.

SKK Migas Wilayah Timur Berharap Ad…

Sleman-KoPi| Kepala Sat...

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

Prev Next

Mahasiswa UGM Menolak, ‘Permen’ S1 Maksimal 5 Tahun

Mahasiswa UGM Menolak, ‘Permen’ S1 Maksimal 5 Tahun

Winda Efanur Fs


Yogyakarta-KoPi, Phobia mahasiswa ketika aktif berkecimpung di dunia organisasi akan menyurutkan indeks pretasinya (IPK). Ditambah dengan wacana permendikubud no 49, yang seolah mengedepankan teori dan aspek penilaian semakin membenturkan mahasiswa  dengan ruang kelas.

Penolakan terang-terangan disampaikan oleh Presiden Mahasiswa UGM, Aditya Herwin. Baginya penting mahasiswa itu berorganisasi di luar kampus. Di sana dia akan mampu membangun relasi, jaringan karirnya dan mematangkan intelektualnya.

“Memang mahasiswa yang baik ketika dia bisa sukses antara akademik dan organisasi.Walaupun  IPK bukan menjadi standar keberhasilan mahasiswa. Karena banyak dari rekan-rekan kami lulus cepat dengan IPK cumlaude tapi secara kematangan sosial dia kurang”, Tambah Adit.

HMI Komisariat Teknik UGM, Akhrizul Akbar juga sependapat rasionalisasi masa studi 14 semester sudah cukup. Selama waktu itu mahasiswa cukup menimba ilmu akademik dan menggali intelektualitasnya.

“Terkait perturan ini, langkah baik yang dilakukan pihak mendikbud dengan mengubah kurikulum bukan mengubah tenggang waktu masa studi. Juga mahasiswa yang terkena imbasnya dilibatkan langsung. Bukan hanya pakar dan dosen. Saya belum menemukan goal dari permen ini kasarannya lulusan PT diarahkan menjadi robot dan buruh kelas pekerja karena mereka minim kemampuan kepemimpinan, wacana kebangsaan dan keilmuwan,” Kritik Izul.

 

 

 

back to top