Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Bagi Pengajar: "Takut itu baik"

Bagi Pengajar: "Takut itu baik"

Inggris-KoPi| Kepala sekolah harus menanamkan "budaya takut" di sekolah mereka. Konsep ini dipaparkan dalam konferensi pengenalan sistem pembayaran berdasarkan kinerja untuk para guru.

Dirilis oleh The Independent, "Guru yang buruk seharusnya takut—harus sangat takut," ujar Steve Fairclogh, kepala Sekolah Abbotsholme di Rocester, Staffordshire.

Dirinya diminta menjadi narasumber dalam konferensi nasional para kepala sekolah dan pendidik yang membahas kebijakan pemerintah yang memberikan wewenang kepada para kepala sekolah untuk menentukan sendiri gaji bagi guru-guru mereka.

Fairclough, pimpinan dari sekolah yang mendapatkan penghargaan dari badan pengawas atas sistem kepemimpinannya yang patut dijadikan inspirasi, menyatakan, "Pengenalan sistem pembayaran berdasarkan kinerja adalah sebuah mekanisme untuk menghilangkan guru berkinerja buruk dan menjaga guru yang berkinerja baik di sekolah kami."

Nilai baik sekolah tidak hanya diukur dengan hasil ujian namun lebih pada "proses pencapaian hasil tersebut". Penyebab keburukan, guru berkinerja buruk dan semua pihak yang menjadikan cela dan tidak menguntungkan untuk sekolah harus dihilangkan. Sekolah juga harus mempertimbangkan pembayaran dengan melihat kualitas seperti kejujuran, integritas dan keteguhan dari semua pihak tersebut.

Meskipun sistem ini dinilai baik, ada beberapa pihak yang kurang setuju dengan pendapat Fairclough.

Chris Keates, Sekretaris Jenderal National Association of Schoolmasters Union of Women Teachers, berpendapat bahwa sistem ini justru malah akan menambah tingkat resiko penyakit yang disebabkan oleh perasaan tertekan di kalangan para guru. Lebih lanjut, hal ini dinilai sebagai bentuk intimidasi pekerjaan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Christine Blower, Sekretaris Jenderal National Union of Teachers. Ia menyatakan, "Para guru perlu didukung dan diberi dorongan untuk dapat semangat dalam bekerja, bukan dibuat takut oleh penilaian kepala sekolah."

"Pembayaran berdasarkan kinerja hanya akan berakhir dengan membayar banyak guru dengan gaji yang semakin sedikit, bukan semakin bertambahnya guru-guru yang berkinerja baik. Mengajar adalah profesi kolaboratif dimana pengukuran kontribusi individual para guru tidak mungkin dilakukan. Keputusan yang dihasilkan akan tidak adil, subjektif, bahkan mendiskriminasi." |Ana PS| Retno Ayu 

back to top