Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Antisipasi kebocoran dan perjokian pada SBMPTN

Antisipasi kebocoran dan perjokian pada SBMPTN
Surabaya - KoPi | 9 juni mendatang Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan berlangsung. Danang Tandyonomanu selaku kordinator pelaksanaan ujian SBMPTN menjalaskan dua persoalan yang akan membayangi pelaksanaan ujian. Yakni masalah kebocoran dan perjokian.

“Kalau soal kebocoran kita sudah antisipasi dari pembuatan naskah soal hingga percetakan. POS-nya sangat rapi dan aman, sehingga sulit terjadi kebocoran” ujar Danang kemarin (30/5).

Sejak dulu hingga sekarang tidak ada satupun panitia lokal yang mengetahui siapakah pembuat dan percetakan naskah soal. Pembuatan soal diletakan pada suatu tempat. Ketika proses pembuatan, pembuat naskah dilarang membawa handphone maupun laptop. Setelah itu, tim naskah soal yang mengacak naskah dan membuat standarisasi soal. Sehingga pembuat naskah tidak akan tahu soal mana yang nantinya akan dipakai dalam SBMPTN.

Danang memaparkan antisipasi kebocoran baik naskah soal maupun kunci jawaban. Pihaknya memberi jarak 80 cm antar tempat duduk di masing-masing kelas saat ujian. Antisipasi lainnya adalah melarang peserta yang terlambat 30 menit untuk ikut ujian.

Hal tersebut dikarenakan menganggu suasana pelaksanaan ujian dan juga antisipasi masalah perjokian. “bisa saja dalam waktu 30 menit para joki mengerjakan soal di luar. Lalu peserta masuk dengan bawa kunci jawaban” ujarnya.

Danang masih yakin adanya bentuk kecurangan dengan menggunakan teknologi. Seperti kacamata, pin, handphone dan lain sebagainya. “ada beberapa tempat yang nantinya pakai deteksi. Tapi kita tidak pungkiri teknologi ini terus berkembang dan memunculkan ide baru bagi para joki” tutur Danang.

Nantinya setiap 20 peserta akan diawasi oleh satu kepala ruang dan pengawas. “Kita akan bekali ketua ruang dan pengawas untuk benar-benar mengawasi pelaksanaan saat ujian. Kalau ada yang mencurigakan, langsung datangi kalau perlu bawa ke ruang sekertariat” jelasnya. | Labibah

back to top