Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Antisipasi kebocoran dan perjokian pada SBMPTN

Antisipasi kebocoran dan perjokian pada SBMPTN
Surabaya - KoPi | 9 juni mendatang Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan berlangsung. Danang Tandyonomanu selaku kordinator pelaksanaan ujian SBMPTN menjalaskan dua persoalan yang akan membayangi pelaksanaan ujian. Yakni masalah kebocoran dan perjokian.

“Kalau soal kebocoran kita sudah antisipasi dari pembuatan naskah soal hingga percetakan. POS-nya sangat rapi dan aman, sehingga sulit terjadi kebocoran” ujar Danang kemarin (30/5).

Sejak dulu hingga sekarang tidak ada satupun panitia lokal yang mengetahui siapakah pembuat dan percetakan naskah soal. Pembuatan soal diletakan pada suatu tempat. Ketika proses pembuatan, pembuat naskah dilarang membawa handphone maupun laptop. Setelah itu, tim naskah soal yang mengacak naskah dan membuat standarisasi soal. Sehingga pembuat naskah tidak akan tahu soal mana yang nantinya akan dipakai dalam SBMPTN.

Danang memaparkan antisipasi kebocoran baik naskah soal maupun kunci jawaban. Pihaknya memberi jarak 80 cm antar tempat duduk di masing-masing kelas saat ujian. Antisipasi lainnya adalah melarang peserta yang terlambat 30 menit untuk ikut ujian.

Hal tersebut dikarenakan menganggu suasana pelaksanaan ujian dan juga antisipasi masalah perjokian. “bisa saja dalam waktu 30 menit para joki mengerjakan soal di luar. Lalu peserta masuk dengan bawa kunci jawaban” ujarnya.

Danang masih yakin adanya bentuk kecurangan dengan menggunakan teknologi. Seperti kacamata, pin, handphone dan lain sebagainya. “ada beberapa tempat yang nantinya pakai deteksi. Tapi kita tidak pungkiri teknologi ini terus berkembang dan memunculkan ide baru bagi para joki” tutur Danang.

Nantinya setiap 20 peserta akan diawasi oleh satu kepala ruang dan pengawas. “Kita akan bekali ketua ruang dan pengawas untuk benar-benar mengawasi pelaksanaan saat ujian. Kalau ada yang mencurigakan, langsung datangi kalau perlu bawa ke ruang sekertariat” jelasnya. | Labibah

back to top