Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Anis Baswedan evaluasi Kurikulum 2013

ilustrasi: Nuruh hayat "Acil" ilustrasi: Nuruh hayat "Acil"

Jakarta-KoPi- Menteri Pendidikan memastikan akan segera mengevaluasi kurikulum 2013 yang digagas oleh menteri sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan metode pengajaran dari aturan itu sulit diterapkan guru dan diterima siswa.

“Akar masalah Kurikulum 2013 berada pada metode pembelajaran. Dimana pembelajaran itu lebih ditekankan pada praktek untuk mengembangkan mata pelajaran yang diberikan, dan tugas para guru hanya sebagai pendamping yg tidak terjun langsung pada mata pelajaran. Artinya, tidak dapat mengembangkan karakter siswa,” kicauan Anis Baswedan pada Tweeter pribadi (17/11).

Pengembangan karakter siswa bisa terwujud asalkan metode pengajaran baik, guru-guru juga dapat mengajarkan dengan teknik yang baik pula. Akantetapi, tidak semua guru dan murid bisa menerapkan kurikulum 2013 di sekolah”.

Anis baswedan juga tidak akan gegabah menghapus atau mengubah materi yang sudah ada yakni kurikulum 2013 karena sudah berjalan. Menteri Pendidikan akan lebih berfokus pada evaluasi materi kurikulum 2013. Karena dimulai dari pendidikanlah ujung tombak masa depan bangsa yang bisa mencetak kader-kader muda untuk Indonesia lebih baik.

back to top