Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Anak perempuan butuh dampingan mentor

Anak perempuan butuh dampingan mentor

Inggris-KoPi, Para mentor dapat mendorong anak perempuan untuk meningkatkan karir ilmu pengetahuan mereka. Pendapat ini dinyatakan dalam kampanye yang diadakan oleh National Union of Teachers (NUT).

Max Hyde, pengajar sains di Warwickshire, mengungkapkan bahwa dirinya menginginkan lebih banyak mentor dilibatkan di sekolah-sekolah untuk berdiskusi dengan para murid mengenai pilihan karir mereka dan untuk mempromosikan pilihan-pilihan ilmu pengetahuan bagi murid perempuan yang nilai pelajarannya kerap menurun.


Hyde, yang kini menjadi ketua NUT, dalam konferensi tahunan di Brighton menyatakan: “Salah satu masalah yang kita hadapi adalah, dengan begitu banyaknya target dan tanggungjawab, para guru kini tak lagi punya waktu untuk berdiskusi dengan para murid mengenai pilihan masa depan mereka.”


Hyde juga menambahkan bahwa menentang gender-stereotype juga perlu dilakukan. “Saya lebih suka melihat murid perempuan menjadi arsitek dan murid laki-laki bekerja di pusat layanan kepedulian masyarakat,” tuturnya.


(Ana Puspita Sari)
Sumber: The Independent


back to top