Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Anak perempuan butuh dampingan mentor

Anak perempuan butuh dampingan mentor

Inggris-KoPi, Para mentor dapat mendorong anak perempuan untuk meningkatkan karir ilmu pengetahuan mereka. Pendapat ini dinyatakan dalam kampanye yang diadakan oleh National Union of Teachers (NUT).

Max Hyde, pengajar sains di Warwickshire, mengungkapkan bahwa dirinya menginginkan lebih banyak mentor dilibatkan di sekolah-sekolah untuk berdiskusi dengan para murid mengenai pilihan karir mereka dan untuk mempromosikan pilihan-pilihan ilmu pengetahuan bagi murid perempuan yang nilai pelajarannya kerap menurun.


Hyde, yang kini menjadi ketua NUT, dalam konferensi tahunan di Brighton menyatakan: “Salah satu masalah yang kita hadapi adalah, dengan begitu banyaknya target dan tanggungjawab, para guru kini tak lagi punya waktu untuk berdiskusi dengan para murid mengenai pilihan masa depan mereka.”


Hyde juga menambahkan bahwa menentang gender-stereotype juga perlu dilakukan. “Saya lebih suka melihat murid perempuan menjadi arsitek dan murid laki-laki bekerja di pusat layanan kepedulian masyarakat,” tuturnya.


(Ana Puspita Sari)
Sumber: The Independent


back to top