Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Anak perempuan butuh dampingan mentor

Anak perempuan butuh dampingan mentor

Inggris-KoPi, Para mentor dapat mendorong anak perempuan untuk meningkatkan karir ilmu pengetahuan mereka. Pendapat ini dinyatakan dalam kampanye yang diadakan oleh National Union of Teachers (NUT).

Max Hyde, pengajar sains di Warwickshire, mengungkapkan bahwa dirinya menginginkan lebih banyak mentor dilibatkan di sekolah-sekolah untuk berdiskusi dengan para murid mengenai pilihan karir mereka dan untuk mempromosikan pilihan-pilihan ilmu pengetahuan bagi murid perempuan yang nilai pelajarannya kerap menurun.


Hyde, yang kini menjadi ketua NUT, dalam konferensi tahunan di Brighton menyatakan: “Salah satu masalah yang kita hadapi adalah, dengan begitu banyaknya target dan tanggungjawab, para guru kini tak lagi punya waktu untuk berdiskusi dengan para murid mengenai pilihan masa depan mereka.”


Hyde juga menambahkan bahwa menentang gender-stereotype juga perlu dilakukan. “Saya lebih suka melihat murid perempuan menjadi arsitek dan murid laki-laki bekerja di pusat layanan kepedulian masyarakat,” tuturnya.


(Ana Puspita Sari)
Sumber: The Independent


back to top