Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Anak perempuan butuh dampingan mentor

Anak perempuan butuh dampingan mentor

Inggris-KoPi, Para mentor dapat mendorong anak perempuan untuk meningkatkan karir ilmu pengetahuan mereka. Pendapat ini dinyatakan dalam kampanye yang diadakan oleh National Union of Teachers (NUT).

Max Hyde, pengajar sains di Warwickshire, mengungkapkan bahwa dirinya menginginkan lebih banyak mentor dilibatkan di sekolah-sekolah untuk berdiskusi dengan para murid mengenai pilihan karir mereka dan untuk mempromosikan pilihan-pilihan ilmu pengetahuan bagi murid perempuan yang nilai pelajarannya kerap menurun.


Hyde, yang kini menjadi ketua NUT, dalam konferensi tahunan di Brighton menyatakan: “Salah satu masalah yang kita hadapi adalah, dengan begitu banyaknya target dan tanggungjawab, para guru kini tak lagi punya waktu untuk berdiskusi dengan para murid mengenai pilihan masa depan mereka.”


Hyde juga menambahkan bahwa menentang gender-stereotype juga perlu dilakukan. “Saya lebih suka melihat murid perempuan menjadi arsitek dan murid laki-laki bekerja di pusat layanan kepedulian masyarakat,” tuturnya.


(Ana Puspita Sari)
Sumber: The Independent


back to top