Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Aliansi Mahasiswa UIN Kalijaga Tuntut Revisi UKT dan Normalisasi Golongan

Aliansi Mahasiswa UIN Kalijaga Tuntut Revisi UKT dan Normalisasi Golongan

Jogja-KoPi| Aliansi Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga (AMUK) menilai bahwa Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang UKT 2015 di UIN Sunan Kalijaga adalah keputusan yang cacat, karena dalam proses pembahasan nominal golongan harus melibatkan mahasiswa.

Koordinator Umum Aksi AMUK, Hilful Fudhul menyampaikan dalam press release-nya, permasalahan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di UIN Sunan Kalijaga tak kunjung usai, meskipun sudah ketiga kalinya Aliansi Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga (AMUK) berdialog dengan para pimpinan kampus terkait hal-hal yang bermasalah dalam sistem UKT.

Ada beberapa hal yang menjadi permasalahan pada sistem pembayaran tunggal tersebut, di antaranya ialah tidak adanya transparansi Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) kepada mahasiswa. Hal ini kemudian yang menyebabkan melambungnya nominal UKT pada golongan 2 dan golongan 3.

Permasalahan ini tidak segera diselesaikan oleh pimpinan kampus, padahal sudah hari ketiga (hari ini) para mahasiswa menyampaikan aspirasi.

Untuk itu AMUK menuntut kepada para pimpinan kampus, khususnya Rektor UIN Sunan Kalijaga agar segera :

1. Rektor UIN Sunan Kalijaga harus turun langsung menangani permasalahan UKT!

2. Mentransparansikan BKT dan BOPTN!

3. Menginstruksikan kepada Kepada Jurusan/Prodi untuk merumuskan ulang nominal UKT pada masing-masing jurusan dan libatkan mahasiswa dalam perumusan tersebut!

4. UKT tidak tepat sasaran, segera kaji ulang mekanisme pembagian golongan!

"Apabila tuntutan diatas tidak diperhatikan dan tidak segera ditindak lanjuti, maka atas nama AMUK kami tidak bertanggung jawab apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, karena UKT 2015 banyak kejanggalan dan cacat hukum," demikian Hilful melalui pernyataan press release atas nama AMUK.

back to top