Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Aliansi Mahasiswa UIN Kalijaga Tuntut Revisi UKT dan Normalisasi Golongan

Aliansi Mahasiswa UIN Kalijaga Tuntut Revisi UKT dan Normalisasi Golongan

Jogja-KoPi| Aliansi Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga (AMUK) menilai bahwa Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang UKT 2015 di UIN Sunan Kalijaga adalah keputusan yang cacat, karena dalam proses pembahasan nominal golongan harus melibatkan mahasiswa.

Koordinator Umum Aksi AMUK, Hilful Fudhul menyampaikan dalam press release-nya, permasalahan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di UIN Sunan Kalijaga tak kunjung usai, meskipun sudah ketiga kalinya Aliansi Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga (AMUK) berdialog dengan para pimpinan kampus terkait hal-hal yang bermasalah dalam sistem UKT.

Ada beberapa hal yang menjadi permasalahan pada sistem pembayaran tunggal tersebut, di antaranya ialah tidak adanya transparansi Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) kepada mahasiswa. Hal ini kemudian yang menyebabkan melambungnya nominal UKT pada golongan 2 dan golongan 3.

Permasalahan ini tidak segera diselesaikan oleh pimpinan kampus, padahal sudah hari ketiga (hari ini) para mahasiswa menyampaikan aspirasi.

Untuk itu AMUK menuntut kepada para pimpinan kampus, khususnya Rektor UIN Sunan Kalijaga agar segera :

1. Rektor UIN Sunan Kalijaga harus turun langsung menangani permasalahan UKT!

2. Mentransparansikan BKT dan BOPTN!

3. Menginstruksikan kepada Kepada Jurusan/Prodi untuk merumuskan ulang nominal UKT pada masing-masing jurusan dan libatkan mahasiswa dalam perumusan tersebut!

4. UKT tidak tepat sasaran, segera kaji ulang mekanisme pembagian golongan!

"Apabila tuntutan diatas tidak diperhatikan dan tidak segera ditindak lanjuti, maka atas nama AMUK kami tidak bertanggung jawab apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, karena UKT 2015 banyak kejanggalan dan cacat hukum," demikian Hilful melalui pernyataan press release atas nama AMUK.

back to top