Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Alat peraga pil KB buatan mahasiswi UGM

Alat peraga pil KB buatan mahasiswi UGM

Sleman-KoPi|Mahasiswi Program D4 Kebidanan Sekolah Vokasi UGM ciptakan alat peraga pil Keluarga Berencana (KB). Keempat mahasiswi Kebidanan UGM bernama Bintan FN,Nabila Aulia, Puput Ayu W dan Ineke Wijayanti mengatakan penemuan ini dilatarbelakangi banyak nya pengguna pil KB yang tidak patuh menggunakan pil KB.

Mereka pun melihat penyebab ketidakpatuhan ini karena mayoritas pengguna tidak mengetahui cara menggunakan pil KB. Diperkirakan 6 dari 10 pengguna pil KB tidak mengetahui cara kerja pil KB

"Dari penelitian sebelumnya diketahui lebih dari 60% penggunan KB Pil mengalami gagal paham tentang intruksi yang disampaikan tenaga kesehatan,"ujar Ineke Wijayanti saat jumpa pers di Gedung Pusat UGM,Jumat (11/8)

Bintan FN ,salah satu mahasiswi pencipta alat peraga pil KB,mengatakan alat yang bernama mikropil ini dapat membantu dan mengatasi dilema tersebut. Miniatur alat kontraspesi atau disingkat Mikropil ini nantinya dapat membantu penjelasan tenaga kesehatan saat mendemonstrasikan cara atau penggunaan alat KB kepada Pasien yang benar.

Mikropil ini berbentuk paket mungil berisikan Boneka Rahim berwarna pink,pil kb palsu untuk peraga, papan kecil yang menunjukkan jadwal menstruasi,serta leaflet.

"Alat peraga ini kami desain menyerupai pil yang sebenarnya, "terang Ineke.

Bintan melanjutkan, alat peraga ini sengaja dibuat semenarik mungkin menggunakan warna pink dengan tujuan untuk mempermudah penjelasan dari tenaga kesehatan kepada pengguna pil KB.

Penggunaan alat yang berbentuk boneka serta pil buatan dirasanya lebih mudah dipahami dibandingkan penggunaan alat yang hanya berupa visual 2D.

Sementara itu Puput Ayu W menambahkan sampai saat ini Lab Sekolah Vokasi UGM belum memiliki alat peraga pil KB seperti ini. Lebih lanjut,kebidanan,rumah sakit ,dan tempat tenaga kesehatan lainnya juga belum memiliki alat peraga pil KB yang baik untuk membantu penjelasan kepada pasien.

"Selama ini peragaan menggunakan alat visual 2D sehingga kurang baik seperti kualitas visual dan penyampaiannnya,"ucap Puput.

Ineke melanjutkan produk Mikropil sudah tersedia dipasaran hingga 200 pieces dan sudah terjual hingga 146 pieces. Satu Produk Mikropil ini dijual dengan Harga Rp 50 ribu.

"Alat ini nantinya akan sangat membantu Bidan,mahasiswi kesehatan dan kebidanan,dokter,tenaga kesehatan dan Guru biologi. Ukuran yang kecil juga memudahkan untuk dibawa kemana saja,"pungkas Ineke.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top