Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Aksi 1500 Mahasiswa UGM tuntut UKT, Tendik, dan Relokasi Kantin Bonbin

Aksi 1500 Mahasiswa UGM tuntut UKT, Tendik, dan Relokasi Kantin Bonbin

Jogja-KoPi| Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada melakukan aksi Pesta Rakyat 2 Mei 2016 Universitas Gadjah Mada bertempat di depan gedung Balaiurang Universitas Gadjah Mada, Senin (2/5).

Mahasiswa UGM yang berjumlah sekitar 1.500 mahasiswa ini mendatangi Gedung Balaiurang Universitas Gadjah Mada saat acara penganugrahan mahasiswa berprestasi UGM dalam rangka Hari Pendidikan Nasional. Pesta Rakyat 2 Mei 2016 Universitas Gadjah Mada menjadi momentum bagi seluruh lapisan masyarakat UGM untuk mengatakan berbagai persoalan terkait masalah yang kuliah tinggal (UKT), pencairan tunjangan tenaga pendidik UGM, dan relokasi kantin sosial humanioran bonbin.

Menurut Humas Aksi Pesta Rakyat, Umar Abdul Aziz, bahwa sejak diberlakukannya UKT tahun 2013, masih terdapat celah-celah kecacatan yang terjadi di lapangan. Mulai dari nominal yang tinggi, golongan yang tidak manusiawi, beasiswa dengan kuota terbesar yang dihilangkan ditambah ada wacana kenaikan uang UKT. Selain itu tunjangan tendik yang tidak cair-cair selama 20 bulan dan baru diusulkan 2 bulan serta penolakan relokasi bonbin ke lingkar timur UGM.

"Kami menuntut menolak relokasi bonbin dan kamo menuntut renovasi kantin bonbin", jelas Umar Abdul Aziz.
Penurunan bendera setengah tiang dan keranda yanh dibawa mahasiswa mewarnai aksi ini. Keranda dalam aksi ini menyimbolkan matinya kerakyatan di UGM. "Mahasiswa dan karyawan yang kritis dan menyuarkan aspirasinya malah diancam oleh rektorat", jelas Umar Abdul Aziz.

"Kami akan berusaha sampai ada perubahan dalam hal ini, kami yakin aksi ini akan memberikan perubahan, dan apabila tidak kami akan tetap melakukan aksi lagi", tambahnya

back to top