Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Ada pengganggu saat SBMPTN diberlangsungkan

Ada pengganggu saat SBMPTN diberlangsungkan
Jakarta - KoPi | Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Neggeri (SBMPTN) hari ini (09/06) telah dilaksanakan. Para peserta yang mengikuti tes di lokasi yang ditunjuk panitia berjalan tanpa kendala.
 

Seperti SMAN 29 Jakarta, lokasi tes Jakarta Selatan ini berjalan mulus setelah bel panjang berbunyi tanda selesai. Menurut Puguh selaku panitia pengawas SBMPTN, tes berlangsung lancar tanpa kendala.

Bahkan, menurutnya kecurangan yang sempat ditakuti tidak terjadi. “perjokian, mencontek mengguakan teknologi atau apapun tadi tidak ada”” ujarnya. Ia mengaku fokus pada semua peserta ujian dan tidak ada satupun yang mencurigakan.

Sistem pengawasan masing-masing kelas dilakukan oleh dua pengawas. Satu dari Guru dan satunya lagi merupakan mahasiswa di universitas tertentu. Jarak tempat duduk antar samping kiri dan kanan sekitar 80 cm. Untuk jarak antar bangku depan dengan belakang sekitar 60 cm. Ini sesuai dengan kajian akademis, dimana jarak pandang hanya bisa 80 cm ke kanan dan kiri dan 60 cm ke depan dan belakang.

“Sempet gak fokus karena tadi ada yang main musik di bawah sih, tapi sekarang lega. Tinggal nunggu hasilnya aja” ujar Yesi selaku peserta ujian SBMPTN di lokasi SMAN 29.
Di lantai dasar memang ditemui sejumlah siswa SMA yang memainkan musik seperti gitar, saxophone dengan pengeras suara. Hal tersebut dilakukan saat pelaksaan ujian berlangsung.

“Tadi abis ada acara, jadi mungkin anak-anak main musiknya. Dari kelas saya tidak menganggu kok” Ujar Puguh yang sekaligus guru SMA tersebut.
Meskipun begitu, Nazla selaku peserta di lantai 2 merasa sangat terganggu konsentrasinya. “Sangat menganggu, bikin gak fokus. Sekarang tinggal diserahin sama Allah aja” ujarnya pasrah. | Labiah

back to top