Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Ada pengganggu saat SBMPTN diberlangsungkan

Ada pengganggu saat SBMPTN diberlangsungkan
Jakarta - KoPi | Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Neggeri (SBMPTN) hari ini (09/06) telah dilaksanakan. Para peserta yang mengikuti tes di lokasi yang ditunjuk panitia berjalan tanpa kendala.
 

Seperti SMAN 29 Jakarta, lokasi tes Jakarta Selatan ini berjalan mulus setelah bel panjang berbunyi tanda selesai. Menurut Puguh selaku panitia pengawas SBMPTN, tes berlangsung lancar tanpa kendala.

Bahkan, menurutnya kecurangan yang sempat ditakuti tidak terjadi. “perjokian, mencontek mengguakan teknologi atau apapun tadi tidak ada”” ujarnya. Ia mengaku fokus pada semua peserta ujian dan tidak ada satupun yang mencurigakan.

Sistem pengawasan masing-masing kelas dilakukan oleh dua pengawas. Satu dari Guru dan satunya lagi merupakan mahasiswa di universitas tertentu. Jarak tempat duduk antar samping kiri dan kanan sekitar 80 cm. Untuk jarak antar bangku depan dengan belakang sekitar 60 cm. Ini sesuai dengan kajian akademis, dimana jarak pandang hanya bisa 80 cm ke kanan dan kiri dan 60 cm ke depan dan belakang.

“Sempet gak fokus karena tadi ada yang main musik di bawah sih, tapi sekarang lega. Tinggal nunggu hasilnya aja” ujar Yesi selaku peserta ujian SBMPTN di lokasi SMAN 29.
Di lantai dasar memang ditemui sejumlah siswa SMA yang memainkan musik seperti gitar, saxophone dengan pengeras suara. Hal tersebut dilakukan saat pelaksaan ujian berlangsung.

“Tadi abis ada acara, jadi mungkin anak-anak main musiknya. Dari kelas saya tidak menganggu kok” Ujar Puguh yang sekaligus guru SMA tersebut.
Meskipun begitu, Nazla selaku peserta di lantai 2 merasa sangat terganggu konsentrasinya. “Sangat menganggu, bikin gak fokus. Sekarang tinggal diserahin sama Allah aja” ujarnya pasrah. | Labiah

back to top