Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

60 Mahasiswa Magister Keperawatan UMY Siap Praktik Klinik di 5 Negara

60 Mahasiswa Magister Keperawatan UMY Siap Praktik Klinik di 5 Negara

Bantul-KoPi| Sebanyak 60 mahasiswa Program Studi Magister Keperawatan akan melakukan praktik klinik yang tersebar di 5 negara. Ke-59 mahasiswa tersebut terbagi ke dalam lima kelompok sesuai penempatan negaranya.

Memasuki tahun keenam ini, sebanyak 15 mahasiswa akan melakukan praktik di Guang Xi Medical University China, 20 orang di Angeles University Foundation dan Cebu Normal University Filiphina, 5 orang di Changhua Christian Hospital Taiwan, 10 orang di International Islamic University Malaysia dan 10 di Ubon Ratchathani University Thailand.

Hal tersebut dikatakan oleh Fitri Arofiati, S.Kep., Ns., MAN., Ph.D selaku Kepala Program studi Magister Keperawatan dalam sambutannya pada acara “Pelepasan International Experience Nursing Education and Medical Surgical Nursing Practice” pada Rabu (5/10) di Ruang Amphiteater lt.4 gedung Pascasarjana UMY.

Hal ini juga merupakan kelanjutan dari Magister Keperawatan UMY yang telah sukses memberangkatkan mahasiswanya ke empat negara pada tahun sebelumnya.

Fitri melanjutkan, bahwa program ini bertujuan untuk mengembangkan skill para mahasiswa sehingga bermanfaat bagi profesi perawat.

“Program ini memang sudah ada di kurikulum sejak awal berdirinya Magister Keperawatan. Kita kembangkan menjadi tidak hanya fokus pada satu negara, melainkan lebih dari satu negara.

Untuk tahun ini kita mengirimkan ke 5 negara. Kami mencoba berkontribusi dalam pengembangan skill mahasiswa untuk bisa mencari pengalaman di luar negeri. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan andil dalam profesi keperawatan,”tuturnya.

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa program ini lahir atas kesadaran akan globalisasi yang harus dikuti. "Sudah saatnya kita sadar akan globalisasi yang telah ada di depan mata. Seperti sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an.

Iqro’ yang berarti membaca, yang bisa kita tarik ke bahasa umum yaitu membaca untuk belajar. Semangat itulah yang menginisiasi program ini agar kita bisa terus belajar, terus menggali pengalaman bahkan sampai ke luar negeri,”paparnya.

Sementara itu, Rektor UMY Prof. Dr. Bambang Cipto, M.A yang hadir dan melepas secara resmi ke 60 mahasiswa tersebut turut mengapresiasi langkah yang dicapai Program studi Magister Keperawatan.

“Saya mengapresiasi langkah yang telah dilakukan. Suatu terobosan yang baik bagi program yang sudah berjalan selama 6 tahun ini. M Kep juga merupakan satu-satunya program studi magister yang mewajibkan mahasiswanya untuk praktik di luar negeri, “ungkapnya.

Prof. Bambang berharap selama sebulan di sana, para mahasiswa dapat memanfaatkan waktu dengan baik untuk belajar dan setelah kembalinya dari sana dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat.

“Kami berharap selama sebulan tersebut adik-adik mahasiswa sekalian dapat benar-benar mempelajari budaya di sana. Semoga tiba di sana dengan selamat, bisa mengemban tugas dan kembali dengan selamat pula sehingga memberi manfaat,” tutupnya.| Bagas

back to top