Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

13 PTS Anggota APTIK Kolaborasi Pengabdian Masyarakat di Gunungkidul

uajy2
Sleman-KoPi| Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bekerja sama dengan 13 (tiga belas) PTS yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) seluruh Indonesia melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (Student Camp) di Pedukuhan Karang, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Ketiga belas PTS anggota APTIK tersebut adalah: Universitas De Lasalle Manado, Stikes Stella Maris Makasar, Universitas Atma Jaya Makasar, Universitas Widya Mandala Surabaya, Universitas Dharma Cendika Sidoarjo, Universitas Widya Karya Malang, Universitas Widya Mandala Madiun, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, Universitas Katolik Musi Caritas Palembang, Universitas Santo Thomas Medan, sedangkan UAJY bertindak sebagai tuan rumah.

Kehadiran 44 mahasiswa PTS anggota APTIK dalam rangka pengabdian kepada masyarakat tersebut melaksanakan kegiatan pengerasan jalan sepanjang 700 meter dengan lebar 5 meter, pelatihan sablon bagi karang taruna, pembuatan pupuk dan pengawetan pakan ternak, pelatihan teknis instalasi air dengan tenaga surya, serta pembentukan organisasi pengelola air.

Sedangkan ketrampilan membatik merupakan kelanjutan pelatihan terdahulu dalam kegiatan pengabdian masyarakat Tahun 2016/2017 oleh UAJY. Pelatihan keterampilan ini ditujukan kepada semua komponen masyarakat, termasuk Karang Taruna dengan harapan sebagai satu alternatif pengembangan ekonomi untuk meningkatkan penghasilan masyarakat.

Bupati Gunungkidul, dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, drh. Krisna Berllian mengungkapkan bahwa selama ini masyarakat Padukuhan Karang sudah merasakan dampak positif dari kemitraan yang terjalin antara UAJY dan masyarakat setempat melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi daerah.

“Visi yang diupayakan untuk diwujudkan yaitu menjadi Daerah Tujuan Wisata Tekemuka dan Berbudaya, Menuju Masyarakat yang Berdaya Saing, Maju, Mandiri dan Sejahtera 2021. Mengingat hal itu maka saya menyambut positif atas kepedulian UAJY dan PTS Anggota APTIK lainnya yang lebih memprioritaskan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Daya saing ini akan memungkinkan masyarakat berperan dan berkontribusi lebih nyata dalam pengembangan produktivitas beragam potensi lokal sehingga akan mampu memberikan nilai ekonomis maupun sosial,” ujar Krisna.

Sementara itu, Rektor UAJY, Dr. Gregorius Sri Nurhartanto, SH. LL.M. dalam sambutannya memaparkan bahwa melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan bangsa bisa mempraktikkan ilmu pengetahuan sekaligus menghidupi budaya toleransi yang dalam era ini semakin terdesak.

“Dalam konteks kebudayaan kita, nilai-nilai esklusivisme dan anti-kebhinekaan sekarang ini, tengah tumbuh subur, segala ruang didikte untuk sekedar melayani kehendak pasar. Bahkan para aktor di dalam dunia pendidikan berbasis pedagogi neo-liberal dibentuk untuk menyepakati bahwa orientasi aktivitas pendidikan hanyalah petumbuhan ekonomi, mekanisme pasar, dan persaingan hidup yang berbasis logika ekonomi.

Dalam arus besar yang menempatkan pasar sebagai panglima, nilai-nilai seperti solidaritas kemanusiaan, gotong royong, dan keadilan sosial, menguap ke udara. Untuk itulah para mahasiswa harus mampu menyumbang peran atau bahkan mengedukasi masyarakat, terutama dengan keteladanan, untuk membentuk warga negara yang peduli terhadap yang lain,“ jelas Nurhartanto.

back to top