Menu
Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Muhammadiyah menyatakan sikap terkait bencana lingkungan

Muhammadiyah menyatakan sikap terka…

Bantul-KoPi| Majelis Li...

Mendikbud meresmikan Museum dan Galeri Tino Sidin

Mendikbud meresmikan Museum dan Gal…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Para orangtua harus pahami kebutuhan anak difabel

Para orangtua harus pahami kebutuha…

Bantul-KoPi|Pola asuh ana...

Konektivitas Virtual Global: Peringkat Indonesia dan Jokowi Meningkat

Konektivitas Virtual Global: Pering…

Yogyakarta-KoPi | Kemud...

Gus Ipul Apresiasi Program Kepemilikan Rumah Bagi Driver Gojek

Gus Ipul Apresiasi Program Kepemili…

Surabaya-KoPi| Wakil Gu...

Akbar Tanjung: Munaslub cara utama selamatkan Golkar

Akbar Tanjung: Munaslub cara utama …

Sleman-KoPi| Wakil Dewa...

Prev Next

115 siswa SMA Papua diafirmasi ke SMA DIY dan Jateng

115 siswa SMA Papua diafirmasi ke SMA DIY dan Jateng

Jogja-KoPi| Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menjalankan program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua dan Papua Barat untuk Jawa tengah (Jateng) dan DIY tahun pelajaran 2017/2018.

Sebanyak 40 siswa kelas X dari Papua dikirim ke 14 sekolah SMA negeri dan Swasta di DIY. Dan 75 siswa kelas X dikirim di 24 sekolah SMA negeri dan Swasta di Jateng. 

Direktur Jenderal pendidikan dasar dan menengah Hamid Muhammad mengatakan program ADEM ini sudah menginjak tahun kelimanya sejak dirintis tahun 2013 silam.

"Program ADEM ini dimulai pada tahun 2013,dan sejak lima tahun berjalan kami sudah meluluskan dua angkatan pada tahun ajaran 2014/2015 dan tahun ajaran 2016/2017,"katanya saat memberi sambutan penyerahan siswa afirmasi di SMA BOPKRI 1 Yogyakarta,Sabtu (15/7).

ADEM sendiri memiliki tujuan untuk menyiapkan anak didik dibagian Papua dan Papua Barat agar mempunyai kualitas yang setara dengan anak Indonesia dibagian lainnya seperti di Pulau Jawa dan Bali.

Ia pun berharap siswa papua yang mengikuti Program ADEM ini dapat melanjutkan studinya di perantauannya. Dan tentunya ia juga berharap siswa juga dapat menerapkan ilmunya saat pulang ke kampung halaman di Papua.

Sementara itu ,Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy berharap agar program ini dapat mengoptimalkan potensi siswa Papua yang dirasa kurang mendapat layanan pembelajaran yang sesuai.

Ia juga berharap program ini merupakan kesempatan untuk menerima perbedaan dan keragaman siswa di Indonesia.

"Diharapkan dari afirmasi pendidikan ini dapat menjadi keseragaman pendidikan sehingga menjadi bhineka tunggal ika,"katanya.

Selanjutnya,Muhadjir meminta kepada siswa afirmasi ini untuk menjaga adat istiadat dan perilaku selama diperantauan. Ia pun mengimbuhkan bahwa program ini merupakan kesempatan emas bagi siswa untuk memajukan provinsi Papua dan Papua Barat gara tidak kalah saing dengan provinsi lainnya.

"Ini merupakan kesempatan bagi kalian untuk memajukan provinsi papua dan papua barat. Saya minta jaga adat dan istiadat selama kalian tinggal di perantauan. Jauhi hal-hal negatif selama kalian tinggal dan ingat kalian belajar untuk memajukan Papua,"tandasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top