Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

115 siswa SMA Papua diafirmasi ke SMA DIY dan Jateng Featured

115 siswa SMA Papua diafirmasi ke SMA DIY dan Jateng

Jogja-KoPi| Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menjalankan program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua dan Papua Barat untuk Jawa tengah (Jateng) dan DIY tahun pelajaran 2017/2018.

Sebanyak 40 siswa kelas X dari Papua dikirim ke 14 sekolah SMA negeri dan Swasta di DIY. Dan 75 siswa kelas X dikirim di 24 sekolah SMA negeri dan Swasta di Jateng. 

Direktur Jenderal pendidikan dasar dan menengah Hamid Muhammad mengatakan program ADEM ini sudah menginjak tahun kelimanya sejak dirintis tahun 2013 silam.

"Program ADEM ini dimulai pada tahun 2013,dan sejak lima tahun berjalan kami sudah meluluskan dua angkatan pada tahun ajaran 2014/2015 dan tahun ajaran 2016/2017,"katanya saat memberi sambutan penyerahan siswa afirmasi di SMA BOPKRI 1 Yogyakarta,Sabtu (15/7).

ADEM sendiri memiliki tujuan untuk menyiapkan anak didik dibagian Papua dan Papua Barat agar mempunyai kualitas yang setara dengan anak Indonesia dibagian lainnya seperti di Pulau Jawa dan Bali.

Ia pun berharap siswa papua yang mengikuti Program ADEM ini dapat melanjutkan studinya di perantauannya. Dan tentunya ia juga berharap siswa juga dapat menerapkan ilmunya saat pulang ke kampung halaman di Papua.

Sementara itu ,Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy berharap agar program ini dapat mengoptimalkan potensi siswa Papua yang dirasa kurang mendapat layanan pembelajaran yang sesuai.

Ia juga berharap program ini merupakan kesempatan untuk menerima perbedaan dan keragaman siswa di Indonesia.

"Diharapkan dari afirmasi pendidikan ini dapat menjadi keseragaman pendidikan sehingga menjadi bhineka tunggal ika,"katanya.

Selanjutnya,Muhadjir meminta kepada siswa afirmasi ini untuk menjaga adat istiadat dan perilaku selama diperantauan. Ia pun mengimbuhkan bahwa program ini merupakan kesempatan emas bagi siswa untuk memajukan provinsi Papua dan Papua Barat gara tidak kalah saing dengan provinsi lainnya.

"Ini merupakan kesempatan bagi kalian untuk memajukan provinsi papua dan papua barat. Saya minta jaga adat dan istiadat selama kalian tinggal di perantauan. Jauhi hal-hal negatif selama kalian tinggal dan ingat kalian belajar untuk memajukan Papua,"tandasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top