Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Yusril: Ini negara hukum, Susi jangan mainkan hukum untuk pencitraan

Yusril: Ini negara hukum, Susi jangan mainkan hukum untuk pencitraan

KoPi| Yusril Ihza Mahendra yang menjadi lawyer bagi perusahaan pemilik Kapal MV Silver Sea II Thailand memberikan sanggahan terhadap tuduhan pihak Susi Pudjiastuti, Menteri Perikanan RI. Ia juga mengatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum dan Susi jangan mainkan hukum untuk pencitraan politik.

Sanggahan itu menjawab pertanyaan apakah MV Silver Sea II merugikan negara RI. Yusril dalam twitternya menulis 17 sanggahan sebagai berikut:

1. Kapal tsb adalah kapal kargo yg membawa ikan dari Papua New Guinea (PNG). Bukti2 manifest muatan dari PNG lengkap

2. Sejak berangkat dari PNG kapal tsb tdk pernah masuk ke wilayah laut teritorial RI.

3. Kapal berlayar di melalui laut arafura bagian australia dan melintasi ZEE(Zona Economy Exlusive)  dari selatan TimTim, NTT, NTB, Bali

4. Selatan Jawa, barat Sumatra. Kapal ditangkap di kawasan ZEE dekat Sabang ketika akan melintas ke Phuket, Thailand

5. Mereka ditangkap bukan karena sedang mencuri ikan. Kapal tsb kapal kargo bukan kapal penangkap ikan

6. Kapal dikejar TNI AL karena radio panggilnya tdk menjawab panggilan kapal patroli TNI AL.

7. Tapi tdk ada kewajiban kapal yg melintasi ZEE utk menyalakan radio panggil. TNI tdk menemukan kesalahan apa2 .

8. Karena tdk temukan kesalahan yg menjadi kewenangan AL, kapal tsb diserahkan ke KKP utk disidik

9. KKP sdh lakukan penyidikan sejak agustus dan sdh serahkan berkas ke jaksa. Tapi jaksa kembalikan karena tdk cukup bukti

10. Bolak balik ke jaksa, bukti tak kunjung cukup. Padahal penyidikan harus rampung 30 hari. Pengadilan harus putus 30 hari juga

11. Karena kapal membawa ikan dr PNG dan kapal tdk pernah masuk ke laut teritorial RI, maka kapal tsb tdk timbulkan kerugian apapun bagi RI

12. Kalau KKP katakan kapal tsb mencuri ikan kekayaan laut RI dan melanggar kedaulatan RI, mrk wajib buktikan tuduhannya di pengadilan

13. KKP tdk perlu umbar pernyataan menuduh kapal tsb pencuri kalau mereka tdk bisa buktikan di pengadilan

14. Sudah lama kami mendesak KKP agar segera limpahkan perkara ini ke pengadilan biar pengadilan putuskan salah atau tidak

15. Tapi sampai hari ini Jaksa Penuntut Umum kembalikan lagi berkas ke KKP karena alat bukti tidak cukup
16. Negara kita negara hukum, karena itu jangan main2kan hukum untuk pencitraan. Hukum perlu bukti, bukan perlu dukungan politik

17. Lebih detil semua bukti penyanggah akan saya kemukakan di sidang. Kapan Bu Susi akan limpahkan perkara ini ke pengadilan? Saya tunggu..

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next