Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

'Wiwit penen pari' hidupkan kembali wisata tradisi di Jogja

Perangkat desa, pejabat pemkot dan TNI memetik padi di Kelurahan Rejowinangun Perangkat desa, pejabat pemkot dan TNI memetik padi di Kelurahan Rejowinangun

Jogjakarta-KoPi | Dalam membangun aspek kebudayaan sekaligus mengangkat ekonomi di desa-desa. Beberapa desa melakukan program pengembangan masyarakat. Salah satunya acara Wiwit Panen Pari di kelurahan Rejowinangun, Kotagede.

Wiwit Panen Pari yang merupakan satu rangkaian dari Pekan Budaya dan Merti Bumi. Tampak hadir dalam acara ini, Pemkot Jogja, jajaran Polsek Kotagede dan TNI.

Menurut Lurah Pilahan, Kotagede, Retnoningtyas acara Pekan Budaya dan Merti Bumi telah berlangsung sejak seminggu yang lalu. Acara menampilkan kirab budaya dan bazar ekonomi masyarakat.

“Hari Minggu kemarin kita melakukan kirab budaya yang diikuti oleh lebih dari 1000 peserta dari semua RW, dan hari ini kita bikin acara Wiwit Panen Paria yang mulai punah untuk menjadi acara tahunan,” tutur Retnoningtyas seusai acara Wiwit Panen Pari di Kelurahan Rejowinangun pukul 10.30 WIB.

Melalui acara bertajuk budaya tradisional ini, Retnoningtyas mengharapkan dapat menyedot wisatawan mancanegara. Pasalnya selama ini wisatawan sudah bosan dengan konsep wisata yang ada. Adanya wisata tradisi ini sekaligus meningkatkan pereonomian masyarakat dari segi pertanian.

Sementara Asisten Daerah Bidang Ekonomi Kota Jogjakarta, Aman Yulianto mengapresiasi positif acara Wiwit Panen Pari. Menurutnya event ini akan membangun pariwista di Jogjakarta sekaligus startegi awal ketahanan pangan nasional.

Dalam acara ini mendemokan hasil panen dua padi antara padi legowo dan padi tradisional. Lahan 200 meter dibagi dua, 100 meter ditanam padi jajar legowo dan sisanya ditanam padi tradisional. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next