Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Wisner Law Firm dampingi keluarga korban Malaysia Airlines

Wisner Law Firm dampingi keluarga korban Malaysia Airlines

KoPi| Antara tanggal 22 – 27 Januari 2015 akan dilakukan pertemuan penting di Jakarta dan Surabaya antara wakil grup Wisner Law Firm (WLF) dan rekannya Stewarts Law - dua Firma Hukum bereputasi internasional yang bermarkas di Amerika Serikat dan Inggris - dan beberapa keluarga korban WNI dari kecelakaan pesawat Malaysian Airlines MH 17 dan MH 370 yang akan mendapatkan pendampingan hukum dari kedua firma tersebut.

Di Indonesia, WLF tercatat telah mendampingi dan berhasil mendapatkan hak keluarga korban sesuai dengan hukum internasional semenjak tahun 1997 yaitu dalam kecelakaan pesawat Garuda 152, Silk Air 185, Garuda 200, Lion Air, Adam Air 574, dan Sukhoi.

 Pertemuan ini yang diselenggarakan oleh perwakilan resmi WLF di Jakarta, akan membahas dan mengevaluasi perkembangan hak-hak keluarga korban perihal tuntutan (klaim) santunan asuransi, seperti yang termaktub di dalam Konvensi Montreal 1999. Peran WLF adalah mewakili keluarga korban secara sah untuk memperjuangkan hak-hak mereka melalui negosiasi langsung terhadap pihak asuransi di Inggris dan Amerika Serikat.

Tanggungjawab hukum transportasi udara diatur dalam Konvensi Warsawa 1929 dan Konvensi Montreal 1999. Khusus Konvensi Montreal 1999 ini menjelaskan kewajiban dan tanggungjawab seluruh pihak terkait pada suatu penerbangan di dalamnya termasuk perlindungan para penumpang, komponen pesawat, dan kargo. 

Upaya hukum WLF sebagai firma khusus menangani kecelakaan pesawat yang sudah berpengalaman selama 30 tahun, adalah memberi bantuan advokasi yang mewakili kepentingan ahli waris dan keluarganya sehingga para pabrikan pesawat tidak menghindar dari kewajiban dan tanggungjawabnya dari akibat yang timbul dari suatu kecelakaan pesawat. 

Keluarga yang ditinggalkan membutuhkan dukungan dan kompensasi yang adil dan penuh. Untuk melanjutkan kehidupan keluarga, rasa kehilangan yang sangat dalam dan tanggungan yang ditinggalkan sangat sulit digantikan dengan materi apapun, namun diperlukan advokasi kuat dan agresif di dalam menghadapi pihak asuransi dan pengacaranya yang sangat berpengalaman agar segala pertanyaan termasuk sebab-sebab kecelakaan dan negosiasi yang diajukan oleh keluarga korban dapat terjawab dengan jelas.

 

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next