Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Wisner Law Firm dampingi keluarga korban Malaysia Airlines

Wisner Law Firm dampingi keluarga korban Malaysia Airlines

KoPi| Antara tanggal 22 – 27 Januari 2015 akan dilakukan pertemuan penting di Jakarta dan Surabaya antara wakil grup Wisner Law Firm (WLF) dan rekannya Stewarts Law - dua Firma Hukum bereputasi internasional yang bermarkas di Amerika Serikat dan Inggris - dan beberapa keluarga korban WNI dari kecelakaan pesawat Malaysian Airlines MH 17 dan MH 370 yang akan mendapatkan pendampingan hukum dari kedua firma tersebut.

Di Indonesia, WLF tercatat telah mendampingi dan berhasil mendapatkan hak keluarga korban sesuai dengan hukum internasional semenjak tahun 1997 yaitu dalam kecelakaan pesawat Garuda 152, Silk Air 185, Garuda 200, Lion Air, Adam Air 574, dan Sukhoi.

 Pertemuan ini yang diselenggarakan oleh perwakilan resmi WLF di Jakarta, akan membahas dan mengevaluasi perkembangan hak-hak keluarga korban perihal tuntutan (klaim) santunan asuransi, seperti yang termaktub di dalam Konvensi Montreal 1999. Peran WLF adalah mewakili keluarga korban secara sah untuk memperjuangkan hak-hak mereka melalui negosiasi langsung terhadap pihak asuransi di Inggris dan Amerika Serikat.

Tanggungjawab hukum transportasi udara diatur dalam Konvensi Warsawa 1929 dan Konvensi Montreal 1999. Khusus Konvensi Montreal 1999 ini menjelaskan kewajiban dan tanggungjawab seluruh pihak terkait pada suatu penerbangan di dalamnya termasuk perlindungan para penumpang, komponen pesawat, dan kargo. 

Upaya hukum WLF sebagai firma khusus menangani kecelakaan pesawat yang sudah berpengalaman selama 30 tahun, adalah memberi bantuan advokasi yang mewakili kepentingan ahli waris dan keluarganya sehingga para pabrikan pesawat tidak menghindar dari kewajiban dan tanggungjawabnya dari akibat yang timbul dari suatu kecelakaan pesawat. 

Keluarga yang ditinggalkan membutuhkan dukungan dan kompensasi yang adil dan penuh. Untuk melanjutkan kehidupan keluarga, rasa kehilangan yang sangat dalam dan tanggungan yang ditinggalkan sangat sulit digantikan dengan materi apapun, namun diperlukan advokasi kuat dan agresif di dalam menghadapi pihak asuransi dan pengacaranya yang sangat berpengalaman agar segala pertanyaan termasuk sebab-sebab kecelakaan dan negosiasi yang diajukan oleh keluarga korban dapat terjawab dengan jelas.

 

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next