Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Waspada MERS merambah Korsel

Waspada MERS merambah Korsel

Jenewa-KoPi| Wabah virus MERS telah merambah daerah Korsel. Namun menurut laporan WHO, perkembangan MERS belum mencapai kondisi darurat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asisten Directorate Umum untuk Keamanan Kesehatan Keiji Fukuda mengatakan pada hari Rabu.

Pertemuan kesembilan Komite Darurat mengenai wabah di Korea Selatan diadakan pada hari Selasa.  Pertemuan ini membahas perkembangan epidemiologi dan ilmiah, risiko penilaian, dan pengendalian dan pencegahan.

komite tersebut menemukan  faktor utama di balik penyebaran awal virus yang terkait dengan kurangnya kesadaran dari kedua petugas kesehatan dan masyarakat umum tentang virus.

Hal ini terkendala langkah-langkah pencegahan infeksi yang tidak memadai di rumah sakit. Terutama kontak dari pasien MERS yang terinfeksi dengan pasien lain di rumah sakit.

Kebiasaan anggota keluarga mengunjungi pasien rawat inap juga menunjuk sebagai faktor penentu dalam penyebaran awal penyakit ini.

"Ini adalah wabah terbesar MERS di luar Timur Tengah, wabah telah menghasilkan 162 kasus infeksi dan 19 orang dikonfirmasi tewas hingga saat ini ", kata Asisten Directorate Umum untuk Keamanan Kesehatan Keiji Fukuda.

Dia juga menyatakan bahwa sekitar 10.000 orang telah dipantau sejak awal wabah, dan yang saat ini ada 6.500 orang yang sedang dipantau sebagai langkah pencegahan.

Menurut WHO wabah pertama kali teridentifikasi pada tahun 2012 di Arab Saudi. Wabah MERs memiliki tingkat kematian sekitar 36 %.

Virus menyebabkan penyakit menyerang orang tua, dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah dan penyakit kronis seperti kanker, penyakit paru-paru dan diabetes. | xinhuanet.com|Winda Efanur FS |

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next