Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Waspada, Indonesia sedang musim pancaroba!

Waspada, Indonesia sedang musim pancaroba!
Surabaya-KoPi | Setelah melewati kemarau panjang, saat ini Indonesia akan memasuki musim hujan. Namun, perpindahan dari musim kemarau ke musim hujan ini memasuki musim pancaroba dengan dampak ekstrem. Menurut BMKG, elnino pancaroba diperkirakan akan terjadi pada bulan November 2015.
 

Angin kencang, petir dan hujan lebat dengan durasi singkat merupakan ciri khas dari pancaroba ekstrem yang akan terjadi. 

Tidak hanya itu, sengatan matahari pun terasa lebih panas dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh matahari yang berada tegak lurus di atas wilayah Indonesia. Sehingga suhu udara pada siang hari akan terasa lebih panas.

BMKG juga menyebutkan bahwa menjelang sore hari potensi adanya angin kencang bisa mencapai 45 kilometer per jam. Hal ini mengalami peningkatan dari kondisi normal 0-20 kilometer.

Sehingga masyarakat harus lebih waspada untuk mengatasi adanya bencana yang akan ditimbulkan saat pancaroba ekstrem. 

Antisipasi untuk menjauh dari pohon saat angin kencang sedang berlangsung. Jangan lupa untuk mengecek kondisi pohon di sekitar kediaman, dan segera pangkas pohon yang rindang dan juga rapuh. Hal ini menghidari adanya pohon tumbang yang bisa memakan korban. 

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next