Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Warga Sosrokusuman tuntut pencabutan pemagaran Mall Malioboro

Warga Sosrokusuman tuntut pencabutan pemagaran Mall Malioboro

Pemagaran pihak Malioboro Mall terhadap tanah warga di Sosrokusuman telah mencapai puncaknya. Setelah beberapa kali melakukan aksi unjuk rasa, kali ini massa tampil berani berunjuk rasa di depan Mall Malioboro.

Jogjakarta-KoPi| Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Kampung Sosrokusuman, SMI, dan KONTRAS menggelar unjuk rasa di depan Mall Marioboro pukul 16.00 WIB. Sebelum aksi massa berkumpul di Sanggar Wayang Kancil Ledjar di Jalan Mataram.

Massa menuntut pemagaran yang dilakukan oleh pihak Mall Malioboro. Massa menganggap seng-seng pemagaran Mall Malioboro telah merampas tanah warga secara paksa.

Dalam orasinya massa menyebutkan pemagaran telah menghambat akses jalan, membatasi interaksi dengan warga RW lain dan merusak lahan serapan air.

“Masyarakat tolak pergeseran, massa menuntut cabut seng-seng dengan pemagaran, tolak, tolak, tolak penindasan. RT 14 Sosrokusuman menolak pemagaran.  Beberapa warga terpisah dan terisolir, juga merusak lahan untuk bermain anak-anak dan lahan untuk resapan air,” isi orasi salah seorang warga.

Warga juga menceritakan musyawarah bersama dengan pihak Mall Malioboro belum menemui titik kesepahaman. “Hingga saat ini pihak Mall Malioboro belum memberikan jawaban (pemagaran seng-seng), tuntut warga.  

Dalam aksinya massa membawa alat musik tradisional dibunyikan mengiringi orasi warga. Massa juga secara kompak membawa payung hitam.

Sembari memegang poster "Lindungi dan Jaga Situs Cagar Budaya; Kembalikan Fasilitas Umum; Kami Cegah Kesewenang-wenangan" massa menyanyikan lagu- lagu kebangsaan. Massa mengumandangkan lagu Hari Kemerdekaan, Indonesia Pusaka dan Sorak-sorak Bergembira. |Winda Efanur FSІ|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next