Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Wagub Jatim: Darurat kekerasan pada anak dan perempuan harus segera ditangani

Wagub Jatim: Darurat kekerasan pada anak dan perempuan harus segera ditangani
Surabaya - KoPi | Peringatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengenai darurat kejahatan seksual pada anak di Jawa Timur ditanggapi serius Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengakui ada peringatan dari KPAI bahwa Jawa Timur sudah darurat kekerasan seksual pada anak dan tengah membentuk satuan tugas khusus untuk menangani hal itu.
 

Dalam acara Kongres Nasional Asosiasi Pusat Studi Wanita/Gender Indonesia (ASWGI), Gus Ipul, panggilan Saifullah Yusuf, bercerita, ia sudah berkeliling Jawa Timur bersama Kak Seto untuk mensosialisasikan bahaya kekerasan terhadap anak dan perempuan. Menurutnya, kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah fenomena gunung es. Efeknya sangat berbahaya, karena dapat menghancurkan masa depan bangsa.

"Kemarin setelah upacara 17 Agustus, Kapolda menyampaikan laporan bahwa setiap hari terjadi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jadi sebenarnya masih banyak yang belum terungkap karena tidak berani lapor," ungkapnya.

“Selama ini perlindungan anak tidak menjadi isu utama dalam pembangunan. Pembangunan hanya fokus pada infrastruktur ekonomi, seharusnya ada proporsionalitas pembangunan, ekonomi dan sosial,” tambahnya.

Gus Ipul juga mengungkapkan Jawa Timur menjadi provinsi dengan tingkat perceraian tertinggi di Indonesia. Hal itu juga berkaitan dengan tingginya angka kekerasan pada anak dan perempuan. Perceraian di Jawa Timur disebabkan karena adanya tindak kekerasan baik pada perempuan maupun pada anak, tidak harmonisnya hubungan dalam rumah tangga, serta pernikahan dini.

"Dampaknya terhadap anak sangat buruk. Mereka jadi mudah depresi, anak jadi mudah bertindak di luar jalur, bersikap kasar, dan minder. Ada juga anak yang orientasi seksualnya berubah setelah orang tuanya bercerai," ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menyatakan, Pemprov Jawa Timur telah berupaya melakukan upaya-upaya untuk mengurangi angka kekerasan terhadap anak dan perempuan. Ia telah meminta Jawa Timur untuk membentuk satgas perlindungan anak dan perempuan yang menyebar hingga ke tingkat RT/RW.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next