Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Wagub Jatim: Darurat kekerasan pada anak dan perempuan harus segera ditangani

Wagub Jatim: Darurat kekerasan pada anak dan perempuan harus segera ditangani
Surabaya - KoPi | Peringatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengenai darurat kejahatan seksual pada anak di Jawa Timur ditanggapi serius Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengakui ada peringatan dari KPAI bahwa Jawa Timur sudah darurat kekerasan seksual pada anak dan tengah membentuk satuan tugas khusus untuk menangani hal itu.
 

Dalam acara Kongres Nasional Asosiasi Pusat Studi Wanita/Gender Indonesia (ASWGI), Gus Ipul, panggilan Saifullah Yusuf, bercerita, ia sudah berkeliling Jawa Timur bersama Kak Seto untuk mensosialisasikan bahaya kekerasan terhadap anak dan perempuan. Menurutnya, kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah fenomena gunung es. Efeknya sangat berbahaya, karena dapat menghancurkan masa depan bangsa.

"Kemarin setelah upacara 17 Agustus, Kapolda menyampaikan laporan bahwa setiap hari terjadi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jadi sebenarnya masih banyak yang belum terungkap karena tidak berani lapor," ungkapnya.

“Selama ini perlindungan anak tidak menjadi isu utama dalam pembangunan. Pembangunan hanya fokus pada infrastruktur ekonomi, seharusnya ada proporsionalitas pembangunan, ekonomi dan sosial,” tambahnya.

Gus Ipul juga mengungkapkan Jawa Timur menjadi provinsi dengan tingkat perceraian tertinggi di Indonesia. Hal itu juga berkaitan dengan tingginya angka kekerasan pada anak dan perempuan. Perceraian di Jawa Timur disebabkan karena adanya tindak kekerasan baik pada perempuan maupun pada anak, tidak harmonisnya hubungan dalam rumah tangga, serta pernikahan dini.

"Dampaknya terhadap anak sangat buruk. Mereka jadi mudah depresi, anak jadi mudah bertindak di luar jalur, bersikap kasar, dan minder. Ada juga anak yang orientasi seksualnya berubah setelah orang tuanya bercerai," ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menyatakan, Pemprov Jawa Timur telah berupaya melakukan upaya-upaya untuk mengurangi angka kekerasan terhadap anak dan perempuan. Ia telah meminta Jawa Timur untuk membentuk satgas perlindungan anak dan perempuan yang menyebar hingga ke tingkat RT/RW.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next