Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Vimeo diblokir, Tifatul Sembiring diprotes

Vimeo diblokir, Tifatul Sembiring diprotes

Jakarta-KoPi. Tifatul Sembiring, Menteri Info dan Komunikasi menyatakan bahwa situs Vimeo positif secara eksplisit berisi pornografi. Hal ini setelah Tifatul menerima laporan dari Tim Trust+. Untuk itu ia mengintruksikan untuk segera memblokir situs tersebut, demikian Tifatul dalam cuit-cuitnya di Twiter pagi ini Senin ( 12/5/2014).

Keputusan itu ternyata membuat gelombang protes masyarakat yang menganggap situs Vimeo bukan situs porno.

"Coba cek pak pakai google dengan keyword umum, masih banyak yang bisa dibuka: porno, porn, telanjang, crack dll. web yang benar2 porno & negatif banyak yg gak di blok. Vimeo yang netral malahan di blok. Tolong benar2 di cek. "

"Sekalian Pak, dihitung dampak kerugian atas semua blokir yang salah arah dan proses yg tidak akuntabel. " Demikian Shita Laksmi memprotes melaui akun twitternya

Keputusan kontroversi tersebut juga mengundang pertanyaan siapa dan bagaimana cara kerja yang disebut sebagai Tim Trust+ oleh Tifatul Sembiring.

E. Hermawan

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next