Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Unggas, kambing mampu bersaing dalam MEA

Unggas, kambing mampu bersaing dalam MEA

Jogjakarta-KoPi| Dinas Peternakan DIY telah mempersiapkan program unggulan guna menghadapi masyarakat bebas ASEAN (MEA). Program peningkatan produktivitas dan peningkatan segi kualitas.

Menurut Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Sutarno program produktivitas meliputi tiga langkah. Pertama, dengan pengembangan ternak lokal. ternak pilihan yang memiliki produktivitas tinggi. Produksi sapi dengan menikahkan sapi metal dengan sapi potong.

Kedua, dengan menikahkan kambing penghasil bibit dengan kambing bligon. Ketiga peningkatan kelompok unggas dengan. Ayam buras dan itik untuk menghasilkan telur.

“ Pengembangan unggas dengan menjadikan unggas sebagai plasma nutfah di DIY,” kata Sutarno.

Selain itu dinas turut mendampingi kelompok peternak dengan rangkaian pembinaan dan fasilitasi. Namun Sutarno mengakui belum semua kelompok peternak mendapat pembinaan. Dinas memiliki keterbatasan sumber daya untuk menngkover kelompok peternak yang ada. Seperti kelompok peternak sapi pun belum tersentuh semua, yang berjumlah 2000an kelompok se-DIY.

Sektor unggulan

Sutarno mengatakan dimulainya MEA saat ini tidak mengkhawatirkan komoditi lokal DIY. Sektor peternakan DIY unggas dan kambing mampu bersaing dengan komoditi luar negeri.

“ Unggas kita bagus, yang kambing juga belum bisa yang ngalahin,” jelas Sutarno.

Namun untuk daging sapi Sutarno belum memilki optimisme besar. Dia mempresikdi pemasaran daging lokal DIY nanti akan bersaing ketat dengan Thailand. Saat ini saja daging lokal sudah kesusahan dengan daging impor dari Australia.

|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next