Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Unggas, kambing mampu bersaing dalam MEA

Unggas, kambing mampu bersaing dalam MEA

Jogjakarta-KoPi| Dinas Peternakan DIY telah mempersiapkan program unggulan guna menghadapi masyarakat bebas ASEAN (MEA). Program peningkatan produktivitas dan peningkatan segi kualitas.

Menurut Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Sutarno program produktivitas meliputi tiga langkah. Pertama, dengan pengembangan ternak lokal. ternak pilihan yang memiliki produktivitas tinggi. Produksi sapi dengan menikahkan sapi metal dengan sapi potong.

Kedua, dengan menikahkan kambing penghasil bibit dengan kambing bligon. Ketiga peningkatan kelompok unggas dengan. Ayam buras dan itik untuk menghasilkan telur.

“ Pengembangan unggas dengan menjadikan unggas sebagai plasma nutfah di DIY,” kata Sutarno.

Selain itu dinas turut mendampingi kelompok peternak dengan rangkaian pembinaan dan fasilitasi. Namun Sutarno mengakui belum semua kelompok peternak mendapat pembinaan. Dinas memiliki keterbatasan sumber daya untuk menngkover kelompok peternak yang ada. Seperti kelompok peternak sapi pun belum tersentuh semua, yang berjumlah 2000an kelompok se-DIY.

Sektor unggulan

Sutarno mengatakan dimulainya MEA saat ini tidak mengkhawatirkan komoditi lokal DIY. Sektor peternakan DIY unggas dan kambing mampu bersaing dengan komoditi luar negeri.

“ Unggas kita bagus, yang kambing juga belum bisa yang ngalahin,” jelas Sutarno.

Namun untuk daging sapi Sutarno belum memilki optimisme besar. Dia mempresikdi pemasaran daging lokal DIY nanti akan bersaing ketat dengan Thailand. Saat ini saja daging lokal sudah kesusahan dengan daging impor dari Australia.

|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next