Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

UMKM butuh keseriusan pemerintah

Bu Darmaningsih Bu Darmaningsih

Jogjakarta-KoPi| Setiap harinya kota Jogja menyumbang sekitar 100 ton sampah. Sampah terdiri dari dari sampah organik dan anorganik. Penanggulangan sampah tersebut 90% dibuang ke tempat pembungan akhir. Hanya sekitar 10 % saja sampah yang dimanfaatkan kembali.

Melihat fakta tersebut salah seorang ibu rumah tangga, Darmaningsih (48) mendaur ulang sampah menjadi barang ekonomis. Darma anggota aktif UMKM Kraton menghabiskan kesehariannya untuk mengrajin sampah.

Dia memulai aktivitasnya sejak pagi hingga malam. Keluarganya pun turut membantu untuk sekedar memasang pernak-pernik sederhana. “Saya tahu kalau sampah plastik yang paling susah hancur, saya mengkreasikan sampah-sampah kresek,” ujar Darma.

Darma fokus membuat suvenir dari plastik kresek dengan metode rajut. Produk-produk yang dihasilkan seperti tas, gantungan kunci, sepatu, baju, bross. Harga setiap produk bervariasi dari harga Rp 5.000,00 seperti bross hingga boneka barbie seharga Rp 100.000,00.

Dalam mengawali usaha ini Darma mengeluarkan modal sangat kecil, modal hanya untuk membeli bahan tambahan. Usahanya sudah berlangsung sejak tahun 2014 lalu.

“Plastik kreseknya dapat dari tetangga, mereka ga mau dibayar, biasanya kalau sudah jadi saya kasih anaknya bross atau boneka hasilnya”, ungkap Darma.

Atas keuletannya Darma sering menjadi fasilitator kerajinan tangan untuk sekolah dasar, pelatihan UMKM kecamatan hingga pelatihan di universitas.

Meski terlihat sempurna, namun Darma juga mengungkapkan ke depan pihak Dinas Perindustrian dan Koperasi mendorong secara penuh usaha UMKM masyarakat.

“Waktu saya jaga pameran di Alun-Alun, pas ada tamu walikota dari luar itu oleh-olehnya dapat dari luar, kita inginnya waktu itu suvenir buat walikota dari produk-produk kita. Kalau hitungan beli satu bross kan lumayan," papar Darma. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next