Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

UMKM butuh keseriusan pemerintah

Bu Darmaningsih Bu Darmaningsih

Jogjakarta-KoPi| Setiap harinya kota Jogja menyumbang sekitar 100 ton sampah. Sampah terdiri dari dari sampah organik dan anorganik. Penanggulangan sampah tersebut 90% dibuang ke tempat pembungan akhir. Hanya sekitar 10 % saja sampah yang dimanfaatkan kembali.

Melihat fakta tersebut salah seorang ibu rumah tangga, Darmaningsih (48) mendaur ulang sampah menjadi barang ekonomis. Darma anggota aktif UMKM Kraton menghabiskan kesehariannya untuk mengrajin sampah.

Dia memulai aktivitasnya sejak pagi hingga malam. Keluarganya pun turut membantu untuk sekedar memasang pernak-pernik sederhana. “Saya tahu kalau sampah plastik yang paling susah hancur, saya mengkreasikan sampah-sampah kresek,” ujar Darma.

Darma fokus membuat suvenir dari plastik kresek dengan metode rajut. Produk-produk yang dihasilkan seperti tas, gantungan kunci, sepatu, baju, bross. Harga setiap produk bervariasi dari harga Rp 5.000,00 seperti bross hingga boneka barbie seharga Rp 100.000,00.

Dalam mengawali usaha ini Darma mengeluarkan modal sangat kecil, modal hanya untuk membeli bahan tambahan. Usahanya sudah berlangsung sejak tahun 2014 lalu.

“Plastik kreseknya dapat dari tetangga, mereka ga mau dibayar, biasanya kalau sudah jadi saya kasih anaknya bross atau boneka hasilnya”, ungkap Darma.

Atas keuletannya Darma sering menjadi fasilitator kerajinan tangan untuk sekolah dasar, pelatihan UMKM kecamatan hingga pelatihan di universitas.

Meski terlihat sempurna, namun Darma juga mengungkapkan ke depan pihak Dinas Perindustrian dan Koperasi mendorong secara penuh usaha UMKM masyarakat.

“Waktu saya jaga pameran di Alun-Alun, pas ada tamu walikota dari luar itu oleh-olehnya dapat dari luar, kita inginnya waktu itu suvenir buat walikota dari produk-produk kita. Kalau hitungan beli satu bross kan lumayan," papar Darma. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next