Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Ulama dan Pesantren Jadi Basis Gerakan Anti Korupsi

Ulama dan Pesantren Jadi Basis Gerakan Anti Korupsi

Jogjakarta-KoPi| Alim Ulama Nusantara mengeluarkan fatwa tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi di Hotel Santika, Jogjakarta pukul 10.00 Wib. Fatwa berdasarkan hasil dari Halaqah Alim Ulama yang terdiri dari 30 alim ulama se-Indonesia.

Menurut Alissa Wahid korupsi sudah menjadi persoalan akut kebangsaan. Dirinya beserta pemuada jaringan Gusdurian terpanggil untuk melibatkan diri memberantas korupsi di Indonesia. Upaya mendorong pemberantasan korupsi bagi Alissa harus senantiasa mendapat dukungan pasalnya banyak pihak yang terus menekan gerakan anti korupsi.

“Aktivis PMII sering mendapat tekanan, bahkan ini bisa mengarah pada kriminalisasi. Karena itulah jaringan Gusdurian menggagas gerakan di kalangan pesantren dan para Nahdliyin membangun gerakan pesantren anti korupsi,” papar Alissa.

Peran pesantren akan menjadi basis anti korupsi. Para ulama dan kyai juga berperan menekankan ajaran moral, etika kepada masyarakat mengenai pentingnya pemberantasan korupsi.

“Para alim ulama memberikan basis atau dasar secara teologis kepada masyarakat. Untuk memberantas korupsi sekaligus ini menjadi suara moral, hal ini menyangkut etika sosial dan moral. Sehingga para ulama, para nyai bisa menjadi pelopor pelaku anti korupsi”, papar Putri Gusdur ini.

Konteks lapangan nanti pesantren akan memasukan ajaran atau kurikulum khusus mengenai “Gerakan Pesantren Anti Korupsi”. Selanjutnya, pada bulan Agustus nanti akan diluncurkan gerakan Laskar Santri Anti Korupsi di beberapa kota.|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next