Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Twitter Pencemaran Laut Timor Untuk Jokowi-Turnbull-Trump

Twitter Pencemaran Laut Timor Untuk Jokowi-Turnbull-Trump

KoPi| Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni melalui akun twitter Peduli Timor Barat mengucapkan selamat Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 kepada Presiden Jokowi, PM Australia Malcolm Turnbull, dan Presiden AS terpilih Donald Trump.

"Ucapan Natal dan Tahun Baru tersebut ditujukan kepada para sahabat Peduli Timor Barat yang telah bersama memperjuangkan sebuah keadilan bagi ratusan ribu warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban petaka anjungan minyak Montara tahun 2009 dan juga kepada pihak-pihak yang masih berseberangan dengan perjuangan Peduli Timor Barat,agar pada 2017 tidak ada lagi perbedaan pendapat diantara para pihak yang bersengketa soal petaka tumpahan minyak Montara 2009 tersebut," dalam tweet-nya itu, Kamis (22/09).

Ucapan Natal dan Tahun Baru melalui akun twitter tersebut juga disampaikan antara lain kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut B Pandjaitan,Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop,Duta Besar Australia Paul Grigson,Duta Besar RI untuk Australia dan perusahaan pencemar Laut Timor PTTEP.

Ketika dikonfirmasi wartawan,Tanoni menambahkan bahwa ucapan selamat Natal dan Tahun Baru 2017 kepada PM Australia Malcolm Turnbull merupakan ucapan balasan, karena beliau sudah menyampaikan ucapan tersebut kepada saya melalui email, akhir pekan lalu. Ia mengatakan ucapan yang disampaikan kepada pejabat Australia itu agar persoalan yang sudah berlarut-larut sejak tujuh tahun lalu segera dituntaskan, dan mengharapkan dukungan dari pemerintah Indonesia atas upaya penyelesaian masalah tersebut.

Saat ini, lebih dari 13.000 petani rumput laut di Pulau Rote, NTT tengah menggugat PTTEP di Pengadilan Federal Australia setelah usaha mereka tidak membuahkan hasil akibat meledaknya kilang minyak Montara yang mencemari wilayah perairan budidaya mereka.

"Suasana Natal dan Tahun Baru ini agar semakin menguatkan semangat bersama untuk mewujudkan keadilan dan hak-hak korban pencemamaran.Sekiranya ini bisa terwujud pada tahun 2017 nanti," kata Tanoni yang juga mantan agen imigrasi Australia itu.

Sementara, ucapan yang disampaikan kepada Presiden terpilih AS Donald Trump karena AS mempunyai pengalaman yang baik dalam mengatasi pencemaran minyak di laut seperti dalam kasus Exxon Valdes di Teluk Meksiko beberapa waktu lalu.

"Presiden AS terpilih Donald Trump juga merupakan pemimpin yang memiliki komitmen tinggi terhadap masalah kemanusiaan dan memiliki prinsip yang teguh tentang fakta dan kebenaran," ujarnya.

Ia menambahkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan pada awal Desember 2016 lalu sudah mendesak pemerintah Australia dengan memanggil Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson untuk segera mewujudkan tanggung jawab Australia atas korban pencemaran Laut Timor dan Laut di Nusa Tenggara Timur sesuai dengan berbagai kesepakatan antara Pemerintah RI dan Australia serta janji-janji Pemerintah Australia kepada rakyat Nusa Tenggara Timur melalui Peduli Timor Barat,demikian Ferdi Tanoni. |Rudy|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next