Menu
Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 akan diperketat.

Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 ak…

Sleman-KoPi|Ketua Koordin...

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang menerima lebih dari 40.000 pendaftar.

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang me…

Sleman-KoPi| Panitia Loka...

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak cukup hanya pada perlindungan hutan saja.

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak c…

Sleman-KoPi| Gelaran Ko...

Satu kali transaksi, kawanan pengedar pil mendapat keuntungan 15-20 juta.

Satu kali transaksi, kawanan penged…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, namun jangan lupa fasilitas dan lab perlu juga ditingkatkan.

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, n…

Sleman-KoPi| Rektor UGM, ...

Ini tanggapan rektor UGM pada wacana kedatangan dosen asing.

Ini tanggapan rektor UGM pada wacan…

Sleman-KoPi|Rektor Univer...

Cerita perjuangan wisudawan doktoral anak dari Satpam UGM.

Cerita perjuangan wisudawan doktora…

Sleman-KoPi| Tak ada yang...

Peringati Milad UMY ke 37, Rektor tingkatkan internasionalisasi dosen dan mahasiswanya.

Peringati Milad UMY ke 37, Rektor t…

Bantul-KoPi| Rektor Unive...

Tim mahasiswa UGM bawakan mobil besutannya ke kompetisi dunia Juli nanti.

Tim mahasiswa UGM bawakan mobil bes…

Sleman-KoPi| Tim mahasi...

Prev Next

Tingkah lucu simpatisan, serukan 'jangan pilih no 2' pakai speaker masjid

Tingkah lucu simpatisan, serukan 'jangan pilih no 2' pakai speaker masjid

Jogjakarta-KoPi│ Ada-ada aja saja tingkah simpatisan paslon (pasangan calon) di Sleman, pengeras suara dijadikan mainan untuk menarik simpati masyarakat.

Bawaslu DIY menemukan pelanggaran pilkada di daerah Sleman. Salah satu pelanggaran dilakukan oleh simpatisan paslon. Kuswanto (Ketua DPC PDIP) menggunakan pengeras suara di masjid Jami’ Bantulan Sidoarum Godean mengajak masyarakat untuk “Jangan memilih paslon nomor 2” (Sri Purnomo-Sri Muslimatun), pagi tadi.

Setelah mendengar hal itu, Moh. Noor Thoyib (simpatisan PPP) mendatangi rumah Kuswanto dan bersitegang terkait masalah tersebut. Cekcok mulut dan adu argumentasi mewarnai ketegangan di antara keduanya.
Kelucuan lain muncul ketika salah satu warga mengikuti tingkah laku Kuswanto. Warga tersebut menyampaikan agar “Jangan memilih paslon nomor 1” melalui pengeras suara masjid Jami’ Bantulan Sidoarum Godean.

Panwas yang berkoordinasi dengan kepolisian telah meminta menempatkan 2 polisi untuk TPS yang ada di Bantulan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi sesuatu yang mungkin terjadi setelah ketegangan antara Kuswanto dan Moh. Noor Thoyib.

“Kita sudah meminta panwas kabupaten untuk melacak lebih jauh apakah hal ini bisa diproses ke pidana atau tidak,” jelas Bagus Sarwono, Supervisi Bawaslu Sleman.│Frenda Yentin

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next