Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Tidak setuju bentor legal, pengamat : becak kayu ikon Jogja

Tidak setuju bentor legal, pengamat : becak kayu ikon Jogja

Jogjakarta-KoPi| Selama tiga tahun terakhir perkembangan becak motor di Jogja semakin meningkat. Menurut data kasaran dari ketua paguyuban bentor, Parmin ada sekitar 2000 bentor beroperasi di Jogja. Menurut Parmin keberadaan Bentor sudah ada sejak tahun 1990an.

Sementara dirinya melakoni bentor sejak tiga tahun terakhir. Didorong karena kendala usia yang menyebabkan kondisinya tidak kuat untuk mengayuh becah tradisional. Diakui Parmin hal ini didasari lebih efisiennya menggunakan bentor daripada becak kayuh.

Sementara ketua paguyuban becak kayuh komplek Ngejaman Wetan Supri memandang positif dari pemda DIY yang akan membuat regulasi untuk bentor. Menurutnya bentor itu memang menjadi solusi bagi para tukang becak yang sudah tua.

“Kalau diadakan bentor saya cenderung setuju, soalnya kelompok saya kasian sama tukang becak yang tua-tua, kalau yang tua dua kali narik kan gak kuat. Juga kalau mau pensiun gak becak mau gimana kerjaannya cuma itu”, Supri.

Namun lain halnya dengan Supri, anggota becak Ngejaman Wetan, masih bersikukuh menggunakan becak kayuh.
“ Aturannya kan becak manual sama delman itu, adanya audiensi saya terserah kalau atasan pendapatnya seperti apa, saya ngga mau, manual aja,” Diono.

Secara terpisah pengamat kebijakan sosial dan kesejahteraan UGM, Dr. Hempri Suyatna menegaskan tetap mempertahankan becak tradisional untuk wilayah Jogja. Selama ini becak dan andong menjadi salah satu ikon wisata Jogjakarta. Pasalnya becak kayuh mengandung nilai historis Jogja.

“Saya tidak setuju bentor dilegalkan. Roh keistimewaan Jogja kan becak tradisional, andong tradisional. Kalau bentor dibiarkan apa bedanya Jogja sama kota lain”, Dr. Hempri.

Dr. Hempri menambahkan bila nantinya pemerintah melegalkan bentor, pemerintah harus mengatur operasi kedua becak tersebut. “ Jangan sampai bentor ada di wilayah ring satu Jogja seperti wilayah kraton, Malioboro”, pungkas Dr. Hempri  |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next