Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Terlalu lama terima pengungsi Rohingya bisa jadi beban untuk Indonesia

Terlalu lama terima pengungsi Rohingya bisa jadi beban untuk Indonesia
Surabaya - KoPi | Pengawas Khusus PBB untuk Palestina Makarim Wibisono menyatakan, meski saat ini Indonesia menerima pengungsi Rohingya atas dasar kemanusiaan, pemerintah diminta segera menyelesaikan  permasalahan ini dan mengembalikannya pada forum ASEAN. Alasannya, banyak implikasi yang timbul jika suatu negara menerima pengungsi asing. Negara tersebut berkewajiban memberi makan dan menyediakan tempat tinggal.
 

"Saat ini Indonesia masih mau menerima, tapi tidak tahu sampai kapan. Seberapa lama Indonesia mampu menampung pengungsi ROhingya ini? Wong di Indonesia sendiri juga masih banyak yang kelaparan," tukas Makarim.

Akar masalah ini sendiri ada di sejarah etnis Rohingya di Myanmar. Selama akar masalah tersebut tidak diselesaikan, etnis Rohingya tidak akan mendapat tempat di muka bumi ini.

"Saat ini sudah ada lebih dari 120 ribu warga etnis Rohingya yang mengungsi ke negara-negara sekitar. Mereka tak punya status legal, tak punya pekerjaan, dan harus bergantung pada negara yang mau menerima mereka. Ini beban bagi negara yang menerima mereka," ungkap Makarim.

Makarim mengakui ASEAN tidak bisa serta merta menekan Myanmar, karena ada negara-negara ASEAN menandatangani non-aggresion pact, sehingga sesama negara anggota tidak bisa mengintervensi masalah dalam negeri anggota lain.

"Karena itu perlu diselesaikan akar permasalahannya, yaitu bagaimana agar mereka bisa diterima oleh negara mereka. Bukan sekedar pengembalian ke Myanmar, tapi agar etnis Rohingya tidak lagi mengalami diskriminasi," lanjut Makarim.

Saat ini warga Rohingya sendiri mengalami dilema. Mereka tidak diakui sebagai warga negara oleh Myanmar karena dianggap sebagai pendatang ilegal dari Bangladesh. Namun etnis Rohingya sendiri juga tidak bisa kembali ke Bangladesh karena sudah ratusan tahun meninggalkan negara itu.

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next