Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Terkuak, penyebab sengketa tanah 5 PKL Gondomanan

Salah satu PKL saat aksi kumpuk poin di Tugu Salah satu PKL saat aksi kumpuk poin di Tugu

Jogjakarta-KoPi| Dalam pertemuan internal antara Tim Panitikismo Kraton dengan kelima PKL Gondomanan, terkuak perbedaan tafsir yang selama ini menjadi perdebatan kedua belah pihak.

Menurut Tim Panitikismo, Acil Suyanto selama ini para PKL mengklaim tidak melanggar kesepakatan tahun 2013. Berdasarkan pengukuran para PKL, mereka telah berjualan di luar areal tanah 73 m² milik Eka Aryawan.

“Pada waktu itu diukur secara manual, konvensional saya bilang pengalaman kita, kalau mau mensertifikatkan tanah, kalo itu 1000m diukur secara pertanahan dengan alat tertentu bisa berkurang 100-200 m. Ini juga setelah diukur ulang 73 m²  tapi 120 m²  maka kami berada di luar kekancingannya, kata mereka,” imbuh Acil.

Acil mengakui pengukuran konvensional para PKL kemungkinan besar tidak memilki keakuratan. Dalam waktu mendatang akan diterapkan pengukuran secara teknis pertanahan.

“Kalau ini pertanahan ini mungkin saja (para PKL berada di areal 73 m²), dari kekancingan ini menempati dari ujung ke ujung, minta ukur ulang dengan versi pertanahan, dengan alat tertentu tetap 73 m², maka anda (para PKL) tetap kelua,” jelas Acil

Secara terpisah salah satu anggota PKL, Agung tetap bersikeras pihaknya tidak melanggar kesepakatan mereka telah berjualan di luar areal 73 m².

“Kalau dipindahkan dengan kompensasi gak mau, kalau bisa tetap di situ,” jelas Agung. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next