Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Terkuak, penyebab sengketa tanah 5 PKL Gondomanan

Salah satu PKL saat aksi kumpuk poin di Tugu Salah satu PKL saat aksi kumpuk poin di Tugu

Jogjakarta-KoPi| Dalam pertemuan internal antara Tim Panitikismo Kraton dengan kelima PKL Gondomanan, terkuak perbedaan tafsir yang selama ini menjadi perdebatan kedua belah pihak.

Menurut Tim Panitikismo, Acil Suyanto selama ini para PKL mengklaim tidak melanggar kesepakatan tahun 2013. Berdasarkan pengukuran para PKL, mereka telah berjualan di luar areal tanah 73 m² milik Eka Aryawan.

“Pada waktu itu diukur secara manual, konvensional saya bilang pengalaman kita, kalau mau mensertifikatkan tanah, kalo itu 1000m diukur secara pertanahan dengan alat tertentu bisa berkurang 100-200 m. Ini juga setelah diukur ulang 73 m²  tapi 120 m²  maka kami berada di luar kekancingannya, kata mereka,” imbuh Acil.

Acil mengakui pengukuran konvensional para PKL kemungkinan besar tidak memilki keakuratan. Dalam waktu mendatang akan diterapkan pengukuran secara teknis pertanahan.

“Kalau ini pertanahan ini mungkin saja (para PKL berada di areal 73 m²), dari kekancingan ini menempati dari ujung ke ujung, minta ukur ulang dengan versi pertanahan, dengan alat tertentu tetap 73 m², maka anda (para PKL) tetap kelua,” jelas Acil

Secara terpisah salah satu anggota PKL, Agung tetap bersikeras pihaknya tidak melanggar kesepakatan mereka telah berjualan di luar areal 73 m².

“Kalau dipindahkan dengan kompensasi gak mau, kalau bisa tetap di situ,” jelas Agung. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next