Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Terkuak, penyebab sengketa tanah 5 PKL Gondomanan

Salah satu PKL saat aksi kumpuk poin di Tugu Salah satu PKL saat aksi kumpuk poin di Tugu

Jogjakarta-KoPi| Dalam pertemuan internal antara Tim Panitikismo Kraton dengan kelima PKL Gondomanan, terkuak perbedaan tafsir yang selama ini menjadi perdebatan kedua belah pihak.

Menurut Tim Panitikismo, Acil Suyanto selama ini para PKL mengklaim tidak melanggar kesepakatan tahun 2013. Berdasarkan pengukuran para PKL, mereka telah berjualan di luar areal tanah 73 m² milik Eka Aryawan.

“Pada waktu itu diukur secara manual, konvensional saya bilang pengalaman kita, kalau mau mensertifikatkan tanah, kalo itu 1000m diukur secara pertanahan dengan alat tertentu bisa berkurang 100-200 m. Ini juga setelah diukur ulang 73 m²  tapi 120 m²  maka kami berada di luar kekancingannya, kata mereka,” imbuh Acil.

Acil mengakui pengukuran konvensional para PKL kemungkinan besar tidak memilki keakuratan. Dalam waktu mendatang akan diterapkan pengukuran secara teknis pertanahan.

“Kalau ini pertanahan ini mungkin saja (para PKL berada di areal 73 m²), dari kekancingan ini menempati dari ujung ke ujung, minta ukur ulang dengan versi pertanahan, dengan alat tertentu tetap 73 m², maka anda (para PKL) tetap kelua,” jelas Acil

Secara terpisah salah satu anggota PKL, Agung tetap bersikeras pihaknya tidak melanggar kesepakatan mereka telah berjualan di luar areal 73 m².

“Kalau dipindahkan dengan kompensasi gak mau, kalau bisa tetap di situ,” jelas Agung. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next