Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Terbukti membelot, DPD PDIP Jogja pecat 5 kader

Terbukti membelot, DPD PDIP Jogja pecat 5 kader

Jogjakarta-KoPi| Dewan Pimpinan Cabang Bantul Partai PDI Perjuangan merekomendasikan pemecatan terhadap lima anggotanya yang terindikasi melanggar interdisipliner partai.

Kelima kader partai tersebut pengurus DPC Bantul Basuki Rahmat asal Sanden, Radjut Suksworo asal Kasihan, Suyanto Nugroho asal Sedayu, Heru Jaka Widada asal Imogiri dan Mujimam asal Imogiri.

Mereka terbukti membelot mendukung pasangan calon dari partai lain. Mereka mendukung paslon nomor urut 1 Harsono-Halim, padahal rekomendasi partai PDI Perjuangan mendukung paslon nomor urut 2 Hj. Sri Surya Widati- Drs. Misbahul Munir.

Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Bambang Praswanto memaparkan pihak DPC telah merekomendasikan pemecatan pada tanggal 1 Desember 2015. “Setelah keluar keputusan, kita dari DPC mengambil keputusan pemecatan pada lima orang ini, dan tidak boleh menggunakan atribut lambang partai,” kata Bambang.

Sebelumnya pada tanggal 26 Juli 2015, DPD PDI Perjuangan DIY juga telah memberhentikan Sri Muslimatun atas tindakan membelot kepada kubu paslon nomor urut 2 Sri Purnomo. Sri Muslimatun terang-terangan mendukung Sri Purnomo dengan mengajukan diri sebagai calon wakil Bupati Sleman.

“Kita melakukan tindakan tegas kepada Ibu Sri Muslimatun, diberhetikan sebagai anggota PDIP, fraksi dan Ketua Cabang Sleman, SK pemecatan juga sudah keluar sejak 9 Agustus yang lalu,” pungkas Bambang. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next