Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Temuan KNKT: AirAsia QZ8501 diterbangkan CoPilot

Temuan KNKT: AirAsia QZ8501 diterbangkan CoPilot

KoPi| Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyelesaikanpreliminary report (report awal) kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. Pihak Basarnaspun juga sudah menghentikan pencarian korban pesawat Airasia. Laporan dari KNKT memuat sejumlah data terkait penerbangan pesawat itu dari Juanda Surabaya ke Singapura.

Salah satu tujuan penyelidikan ini adalah untuk meningkatkan keamanan transportasi udara.  Informasi dalam laporan telah dicermati dan dikembangkan masak-masak. Laporan dibuat berdasarkan Flight Data Recorder (FDR), Cockpit Voice Recorder (CVR) dan rekaman percakapan pilot dengan Air Traffic Controller (ATC).

Ada beberapa fakta yang terungkap dalam rekaman tersebut seperti yang menerbangkan pesawat adalah Co Pilot bukan Captain Pilot Irianto. Pilot irianto bertugas memastikan kesiapan pesawat dan berkomunikasi dengan ATC. Dalam dunia penerbangan kondisi seperti ini tidak bertentangan dengan ketentuan penerbangan dan dibolehkan dalam Undang-undang.

Sebelum jatuh pesawat sempat mencapai 37 ribu dari posisi sebelumnya 32ribu kaki. Ketinggian puncak tersebut dicapai dalam waktu 30 detik. Pada ketinggian puncak pesawat turun secara menukik pada ketinggian 35ribu kaki. Dan perlahan-lahan turun ke 32ribu kaki.
Pilot sempat meminta flight level cukup tinggi tetapi AT C Jakarta mengatakan standby. Pada selang beberapa saat pesawat hilang diradar. Pada saat kejadian Alarm stal warning atau alarm tanda bahaya sempat menyala selama 4 menit saat itu kondisi pesawat sedang diketinggian 32ribu kaki. |MNC|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next