Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Temuan KNKT: AirAsia QZ8501 diterbangkan CoPilot

Temuan KNKT: AirAsia QZ8501 diterbangkan CoPilot

KoPi| Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyelesaikanpreliminary report (report awal) kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. Pihak Basarnaspun juga sudah menghentikan pencarian korban pesawat Airasia. Laporan dari KNKT memuat sejumlah data terkait penerbangan pesawat itu dari Juanda Surabaya ke Singapura.

Salah satu tujuan penyelidikan ini adalah untuk meningkatkan keamanan transportasi udara.  Informasi dalam laporan telah dicermati dan dikembangkan masak-masak. Laporan dibuat berdasarkan Flight Data Recorder (FDR), Cockpit Voice Recorder (CVR) dan rekaman percakapan pilot dengan Air Traffic Controller (ATC).

Ada beberapa fakta yang terungkap dalam rekaman tersebut seperti yang menerbangkan pesawat adalah Co Pilot bukan Captain Pilot Irianto. Pilot irianto bertugas memastikan kesiapan pesawat dan berkomunikasi dengan ATC. Dalam dunia penerbangan kondisi seperti ini tidak bertentangan dengan ketentuan penerbangan dan dibolehkan dalam Undang-undang.

Sebelum jatuh pesawat sempat mencapai 37 ribu dari posisi sebelumnya 32ribu kaki. Ketinggian puncak tersebut dicapai dalam waktu 30 detik. Pada ketinggian puncak pesawat turun secara menukik pada ketinggian 35ribu kaki. Dan perlahan-lahan turun ke 32ribu kaki.
Pilot sempat meminta flight level cukup tinggi tetapi AT C Jakarta mengatakan standby. Pada selang beberapa saat pesawat hilang diradar. Pada saat kejadian Alarm stal warning atau alarm tanda bahaya sempat menyala selama 4 menit saat itu kondisi pesawat sedang diketinggian 32ribu kaki. |MNC|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next