Menu
BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

Prev Next

Temuan KNKT: AirAsia QZ8501 diterbangkan CoPilot

Temuan KNKT: AirAsia QZ8501 diterbangkan CoPilot

KoPi| Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyelesaikanpreliminary report (report awal) kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. Pihak Basarnaspun juga sudah menghentikan pencarian korban pesawat Airasia. Laporan dari KNKT memuat sejumlah data terkait penerbangan pesawat itu dari Juanda Surabaya ke Singapura.

Salah satu tujuan penyelidikan ini adalah untuk meningkatkan keamanan transportasi udara.  Informasi dalam laporan telah dicermati dan dikembangkan masak-masak. Laporan dibuat berdasarkan Flight Data Recorder (FDR), Cockpit Voice Recorder (CVR) dan rekaman percakapan pilot dengan Air Traffic Controller (ATC).

Ada beberapa fakta yang terungkap dalam rekaman tersebut seperti yang menerbangkan pesawat adalah Co Pilot bukan Captain Pilot Irianto. Pilot irianto bertugas memastikan kesiapan pesawat dan berkomunikasi dengan ATC. Dalam dunia penerbangan kondisi seperti ini tidak bertentangan dengan ketentuan penerbangan dan dibolehkan dalam Undang-undang.

Sebelum jatuh pesawat sempat mencapai 37 ribu dari posisi sebelumnya 32ribu kaki. Ketinggian puncak tersebut dicapai dalam waktu 30 detik. Pada ketinggian puncak pesawat turun secara menukik pada ketinggian 35ribu kaki. Dan perlahan-lahan turun ke 32ribu kaki.
Pilot sempat meminta flight level cukup tinggi tetapi AT C Jakarta mengatakan standby. Pada selang beberapa saat pesawat hilang diradar. Pada saat kejadian Alarm stal warning atau alarm tanda bahaya sempat menyala selama 4 menit saat itu kondisi pesawat sedang diketinggian 32ribu kaki. |MNC|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next