Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Tarif bus antar kota Jatim akhirnya turun juga

Tarif bus antar kota Jatim akhirnya turun juga
Surabaya-KoPi| Satu minggu setelah penurunan harga BBM dan tarif listrik, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya menyetujui penurunan tarif bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Pemprov Jatim menetapkan penurunan tarif sebesar 5 persen untuk bus antar kota.
 

"Penurunan tarif ini akan berlaku sejak 15 Januari untuk angkutan penumpang umum AKDP. Namun tetap menunggu persetujuan Gubernur terlebih dahulu,"ujar Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan Dishub dan LLAJ Jatim, Sumarsono di Surabaya.

Sumarsono menyebutkan, penurunan tarif ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perhubungan No 2/2016 tanggal 7 Januari 2016 tentang Penyesuaian Tarif Angkutan Umum Kelas Ekonomi. Dalam surat tersebut, bukan hanya angkutan kota antar provinsi kelas ekonomi saja yang mengalami penurunan tarif, tetapi juga penyeberangan lintas provinsi.

Oleh karena itu, Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim melakukan penyesuaian tarif seiring turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya jenis solar. Organda Jatim juga telah menyetujui penurunan tarif bus AKDP sebesar 5 persen.

Menurut Sumarsono, angka 5 persen ini dianggap sudah paling sesuai. Lebih dari angka tersebut, akan muncul disparitas tarif di lapangan, khususnya untuk trayek antar kota dalam provinsi dan antar kota antar provinsi.

Sumarsono berharap pengusaha angkutan umum tidak melakukan pelanggaran tarif di lapangan. "Jika ada perusahaan yang melanggar, Dishub dan LLAJ akan menindak tegas perusahaan tersebut. "Pada 2015 sekitar enam perusahaan angkutan umum yang kita tindak,"ungkap Sumarsono.

Wakil Ketua Organda Jatim, Firmansyah mengatakan pemerintah tidak melihat faktor lain selain BBM dalam melakukan penyesuaian tarif. Selain BBM, pengusaha angkutan umum juga terbebani dengan biaya perawatan, biaya sparepart, dan gaji karyawan. "Sebenarnya dari kita ya menginginkan tarif tidak turun. Sebenarnya BBM tidak terlalu berpengaruh secara signifikan, karena masih ada pertimbangan tadi,"ungkap Firmansyah.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next