Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Tantangan 200 tahun Candi Borobudur

Tantangan 200 tahun Candi Borobudur

Magelang-KoPiІ Dalam rangka memperingati 200 tahun Borobudur pihak Balai Konservasi Borobudur mengadakan Peluncuran dan bedah buku  ‘ 200 Tahun Penemuan Candi Borobudur’.  Acara ini dimeriahkan dengan Borobudur Fair dan studio sejarah restorasi Candi Borobudur.

Pembedah buku dari para akademisi  seperti Prof. Hariani Santiko (UI), Prof. Sumiyati Atmosudiro (UGM) dan Drs. Djoko Dwiyanto, M. Hum (UGM). Bagi Drs. Djoko refleksi 200 tahun Borobudur ini terletak pada kepedulian masyarakat terhadap Candi Borobudur.


“ Poin pentingnya 200 tahun ini mengembangkan kepedulian masyarakat terhadap peninggalan budaya Borobudur. Ketika Borobudur selesai dipugar banyak orang merasa jadi pahlawan. Ini bisa disalah gunakan pihak tidak bertanggung jawab. Kedua masyarakat menjaga kelestaraian bangunan – karena tidak dapat dipungkiri  terbukanya menjdi objek wisata pasti menimbulkan efek negatif, tapi kalau pemangku kepentingan yang mengambil keuntungan di sini peduli, saya rasa Borobudur akan terjaga”, papar Drs. Djoko.


Penulisan buku ini mengurai sejarah penemuan Borobudur oleh Raffles. Namun secara teknis masih memiliki kekurangan seperti cara mengangkat batu dan cara mengkonservasi.
Drs. Djoko juga menambahkan ada dua tantangan mengenai Candi Borobudur. Pertama manajemen pengunjung. Pasalnya usia senja Candi Borobudur merapuhkan kondisi fisiknya. Candi Borobudur berdiri di atas bukit buatan. Hal ini rawan bila kapasitas pengunjung membludak.


Kedua dari segi pengelola, harus ada komunikasi balai konservasi dengan PT. Taman Borobudur. Kewajiban moral PT. Taman memberikan presentase keuntungan ke Balai Konservasi dan pemda. ІWinda Efanur FSІ

 

 

 

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next