Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Tantangan 200 tahun Candi Borobudur

Tantangan 200 tahun Candi Borobudur

Magelang-KoPiІ Dalam rangka memperingati 200 tahun Borobudur pihak Balai Konservasi Borobudur mengadakan Peluncuran dan bedah buku  ‘ 200 Tahun Penemuan Candi Borobudur’.  Acara ini dimeriahkan dengan Borobudur Fair dan studio sejarah restorasi Candi Borobudur.

Pembedah buku dari para akademisi  seperti Prof. Hariani Santiko (UI), Prof. Sumiyati Atmosudiro (UGM) dan Drs. Djoko Dwiyanto, M. Hum (UGM). Bagi Drs. Djoko refleksi 200 tahun Borobudur ini terletak pada kepedulian masyarakat terhadap Candi Borobudur.


“ Poin pentingnya 200 tahun ini mengembangkan kepedulian masyarakat terhadap peninggalan budaya Borobudur. Ketika Borobudur selesai dipugar banyak orang merasa jadi pahlawan. Ini bisa disalah gunakan pihak tidak bertanggung jawab. Kedua masyarakat menjaga kelestaraian bangunan – karena tidak dapat dipungkiri  terbukanya menjdi objek wisata pasti menimbulkan efek negatif, tapi kalau pemangku kepentingan yang mengambil keuntungan di sini peduli, saya rasa Borobudur akan terjaga”, papar Drs. Djoko.


Penulisan buku ini mengurai sejarah penemuan Borobudur oleh Raffles. Namun secara teknis masih memiliki kekurangan seperti cara mengangkat batu dan cara mengkonservasi.
Drs. Djoko juga menambahkan ada dua tantangan mengenai Candi Borobudur. Pertama manajemen pengunjung. Pasalnya usia senja Candi Borobudur merapuhkan kondisi fisiknya. Candi Borobudur berdiri di atas bukit buatan. Hal ini rawan bila kapasitas pengunjung membludak.


Kedua dari segi pengelola, harus ada komunikasi balai konservasi dengan PT. Taman Borobudur. Kewajiban moral PT. Taman memberikan presentase keuntungan ke Balai Konservasi dan pemda. ІWinda Efanur FSІ

 

 

 

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next