Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Tantangan 200 tahun Candi Borobudur

Tantangan 200 tahun Candi Borobudur

Magelang-KoPiІ Dalam rangka memperingati 200 tahun Borobudur pihak Balai Konservasi Borobudur mengadakan Peluncuran dan bedah buku  ‘ 200 Tahun Penemuan Candi Borobudur’.  Acara ini dimeriahkan dengan Borobudur Fair dan studio sejarah restorasi Candi Borobudur.

Pembedah buku dari para akademisi  seperti Prof. Hariani Santiko (UI), Prof. Sumiyati Atmosudiro (UGM) dan Drs. Djoko Dwiyanto, M. Hum (UGM). Bagi Drs. Djoko refleksi 200 tahun Borobudur ini terletak pada kepedulian masyarakat terhadap Candi Borobudur.


“ Poin pentingnya 200 tahun ini mengembangkan kepedulian masyarakat terhadap peninggalan budaya Borobudur. Ketika Borobudur selesai dipugar banyak orang merasa jadi pahlawan. Ini bisa disalah gunakan pihak tidak bertanggung jawab. Kedua masyarakat menjaga kelestaraian bangunan – karena tidak dapat dipungkiri  terbukanya menjdi objek wisata pasti menimbulkan efek negatif, tapi kalau pemangku kepentingan yang mengambil keuntungan di sini peduli, saya rasa Borobudur akan terjaga”, papar Drs. Djoko.


Penulisan buku ini mengurai sejarah penemuan Borobudur oleh Raffles. Namun secara teknis masih memiliki kekurangan seperti cara mengangkat batu dan cara mengkonservasi.
Drs. Djoko juga menambahkan ada dua tantangan mengenai Candi Borobudur. Pertama manajemen pengunjung. Pasalnya usia senja Candi Borobudur merapuhkan kondisi fisiknya. Candi Borobudur berdiri di atas bukit buatan. Hal ini rawan bila kapasitas pengunjung membludak.


Kedua dari segi pengelola, harus ada komunikasi balai konservasi dengan PT. Taman Borobudur. Kewajiban moral PT. Taman memberikan presentase keuntungan ke Balai Konservasi dan pemda. ІWinda Efanur FSІ

 

 

 

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next