Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Tanggul jebol, warga Mergangsan khawatir longsor

Tanggul jebol, warga Mergangsan khawatir longsor

Jogjakarta-KoPi| Salah satu warga Surokarsan, Wirogunan, Mergangsan, Sugiharyanto mengharapkan pemerintah kota Jogja memperbaiki rusaknya tanggul penahan banjir. Kampung Surokarsan yang berlokasi di pinggiran Sungai Code mempunyai tanggul penahan banjir, namun selepas banjir pada April tahun 2015 lalu tanggul tersebut jebol.

Sugiharyanto menambahkan hingga kini belum ada pejabat pemerintah kota memperbaiki tanggul. Padahal intensitas air hujan meningkat selama pekan terakhir. Hal ini membuat warga khawatir terjadi tanah longsor.

"Tanggulnya jebol, hingga kini belum diperbaiki. Entah karena masalah apa kita tidak tahu, mungkin tidak adanya anggaran dari pemerintah,"jelas Sugiharyanto.

Sementara warga lain, Tugiman menjelaskan warga sempat menyampaikan ke pihak pemerintah seperti DPRD perwakilan Mergangsan terkait permasalahan tanggul. Saat itu DPRD tersebut akan menindaklanjuti aspirasi warga. Namun realisasinya setahun berlalu pemerintah belum memperbaiki tanggul.

Sebagai antisipasi banjir warga bergotong royong membuat penahan banjir tradisional. Mereka mengisi ratusan karung dengan pasir yang diletakan di bibir Sungai Code.

"Setelah banjir tahun lalu, tanggul jebol. Warga gotong royong membuat karung yang diisi pasir agar tidak masuk ke wilayah Timur," kata Tugiman.

Selain masalah tanggul jebol, warga juga menyayangkan Early Warning System (EWS) yang tidak berfungsi saat banjir tahun lalu.

"Warga kaget, banjir datang tiba-tiba. EWS tidak berbunyi. Padahal tahun-tahun yang sempat bunyi,"tambah Tugiman.
Soal EWS pun, Tugiman mengaku pasrah. “Mungkin pas rusak kemarin, ini pasrah EWS ini juga belum diperbaiki,” pungkas Tugiman.  |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next