Menu
Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Prev Next

Suntikan dana dua BUMD Jogja ini, tergantung presentasi September nanti

Suntikan dana dua BUMD Jogja ini, tergantung presentasi September nanti

Jogjakarta-KoPi| Persoalan modal menjadi masalah klasik yang mendera setiap usaha yang bergerak di bidang perekonomian. Begitu pun yang dialami oleh dua Badan usaha Milik Daerah (BUMD) DIY, PT Anindya Mitra Internasional (AMI), dan Perusahaan Daerah  Tarumartani.

PT AMI bergerak di bidang usaha pertambangan, transportasi, percetakan, pariwisata, dan perdagangan. Sedangkan Tarumartani merupakan produsen cerutu. Kedua BUMD ini mendatangi Komisi B DPRD DIY untuk meminta solusi terhadap permasalahan keuangan. 

Menurut ketua Komisi B Janu Ismadi kedatangan mereka menceritakan permasalahan yang mereka hadapi. Pada intinya anggota Komisi B DPRD DIY tetap mendukung perusahaan daerah untuk terus berkembang.

Janu menambahkan AMI saat ini memiliki masalah ketenagakerjaan. AMI yang melingkupi 5 sektor usaha berniat akan memangkas sekitar 150 karyawannya.

“Masalah yang diceritakan tentang tenaga kerja, intinya temen-temen komisi B, untuk perusahaan daerah mendorong untuk dikembangkan. Permasalahan karyawan yang kompeten yang bisa menangani masalah itu, jangan sembarangan orang direkrut,” tutur Janu Ismasi saat ditemui di DPRD DIY pukul 13.00 Wib.

Sementara untuk Tarumartani, Janu menjelaskan persoalan sulit Tarumartani tidak bisa mengembangkan usahanya. Pasalnya lokasi gedung termasuk benda cagar budaya.
Untuk langkah selanjutnya, pihak Komisi B DPRD DIYakan tetap mengevaluasi kedua perusahaan ini. Kejelasan dan konsep perusahaan ke depan bila mendapat suntikan modal.

“Komisi B ingin tahu grand desain ke depan, kalau diberi modal trus gimana? Closingnya Tarumartani dan AMI mempersiapkan plan, grand desain, diharapkan pertengahan September mereka mempresentasikan,” kata Janu.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next