Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Skripsi opsional, turunkan produksi ilmiah Indonesia ? Featured

Skripsi opsional, turunkan produksi ilmiah Indonesia ?

Jogjakarta-KoPi| “Dirjen Dikti saja baru minta skripsi harus diupload, terus Pak Mentri (Menristek) saat ini sedang gelisah karena karya ilmiah Indonesia jauh di bawah negara ASEAN kayak Malaysia, Singapura, nah kalau dia menginnginkan karya ilmiah jumlahnya bertambah harus ada banyak karya ilmiah, nah ini malah bertolak belakang dengan pernyataan skripsi ini”, papar Koordinator Kopertis V Jogjakarta, Bambang Supriyadi.

Bambang menambahkan dalam Rembugnas sekitar bulan April 2015 lalu Menristek mengeluh rendahnya produk ilmiah Indonesia. Menristek Muh. Nasir mengharapkan naiknya jurnal ilmiah Indonesia. Nah, adanya skripsi sebagai latian dasar mahasiswa untuk memtangkan kemampuan ilmiahnya. Sementara menempatkan skripsi sebagai opsional justru seolah menihilkan karya ilmiah.

Namun bersilang pendapat dengan Bambang, dosen Fisipol UGM Abdul Ghaffar Karim mengganggap kebijakan opsional skripsi ini tidak menurunkan produksi karya ilmiah. Pasalya keadaannya sekarang justru seperti over supply skripsi. Sementara yang perlu didorong adalah karya ilmiah dosen.

Menurut catatan dari Scopus (www.sciencedirect.com) per 9 Februari 2012 menunjukan publikasi karya ilmiah di Indonesia tertinggal dibanding negara ASEAN lainnya. Publikasi tertinggi dari ITB hanya mencatatkan angka 2.029 publikasi.

Meskipun mampu mengungguli Vietnam, Brunei, Laos, dan Myanmar akan tetapi prestasi Indonesia masih jauh tertinggal dari negara tetangga seperti University of Malaya, Malaysia yang mampu mencatat jumlah publikasi sebanyak 16.027 publikasi. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next