Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Sidang pertama tahun 2016, DPRD Jatim akan fokuskan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja

Sidang pertama tahun 2016, DPRD Jatim akan fokuskan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja
Surabaya-KoPi| Tahun 2016 ini ditandai dengan dimulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Demi melindungi tenaga kerja lokal dari serbuan tenaga kerja asing, DPRD Jawa Timur akan memprioritaskan pembahasan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja pada sidang pertama 2016.

Wakil Ketua Komisi DPRD Provinsi Jawa Timur Suli Daim mengatakan, saat ini Jawa Timur belum memiliki regulasi yang melindungi tenaga kerja lokal. "Karenanya, aturan mengenai perlindungan tenaga kerja harus segera dibuat. Jika tidak, tenaga kerja lokal hanya akan menjadi penonton di negeri sendiri," tegasnya.

Suli menyebutkan, saat ini jumlah tenaga kerja asing yang masuk ke Jawa Timur sudah mencapai 14 ribu orang. Di sisi lain, ada kekhawatiran pada tahun 2016 ini akan semakin banyak PHK karena banyak pengusaha yang melakukan efisiensi setelah kenaikan UMK.

"Pengusaha juga mengancam akan mempekerjakan tenaga kerja asing, khususnya dari China, karena mereka mau digaji di bawah UMK. Kalau tidak ada regulasi tegas, kami khawatir Jatim akan diserbu tenaga kerja asing," ungkap politisi asal Fraksi PAN tersebut.

Sebenarnya, MEA mengatur bahwa hanya tenaga kerja asing dari 8 sektor yang bisa bebas bekerja di negara-negara ASEAN. Delapan sektor tersebut adalah akuntansi, teknik, survei, arsitektur, keperawatan, kesehatan, perawatan gigi, dan pariwisata. 

"Namun, faktanya masih banyak perusahaan yang merekrut tenaga kerja asing di luar sektor tersebut. Karena itu kami akan minta Disnakertransduk Jatim untuk membuat laporan terkait kualifikasi tenaga kerja asing,"ucap Suli.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next